A Rahman Habsyi (Sahabat Iman). Foto: Dokumen Pribadi
LANGIT7.ID - Memaafkan orang lain merupakan wujud kebesaran jiwa dan perilaku yang dianggap baik, bahkan dianjurkan agama kita. Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menghapus rasa kesal dan dendam terhadap orang lain.
Akibatnya, pikiran jadi lebih tenang dan jauh dari stres. Sejatinya, tak hanya itu saja manfaat kesehatan dari memaafkan orang lain. Sulitnya memaafkan mungkin muncul karena kecenderungan orang yang dengan mudahnya minta maaf tetapi tidak benar-benar tulus.
Bila dilihat dari sisi psikologis, memaafkan dapat berdampak baik bagi kualitas hidup seseorang. Bahkan Allah memberikan pahala terbaik untuk sang pemaaf.
Jika manusia telah berada di Padang Mahsyar maka ada yang berseru: "Silahkan berdiri para hamba yang pahalanya berada dalam tanggungan Allah dan masuklah ke surga". Ada yang bertanya siapa mereka? Yaitu orang-orang yang memberi maaf kepada sesama manusia". Kemudian berdiri beberapa ribu manusia dan mereka masuk surga tanpa diperiksa" (HR Ibnu Abi Dunya dari Anas dan Kanzul ummal).
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”