LANGIT7.ID, Jakarta,- - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Arifah Fauzi buka suara atas polemik pindah posisi
gerbong khusus wanita di rangkaian kereta.
Dalam video unggahan, Arifah Fauzi meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai kurang tepat pascainsiden
kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat.
Baca juga: Pindah Posisi Gerbong Wanita Bukan Solusi, Pakar Bongkar Akar Masalah Transportasi Publik"Saya
memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.
Ia menekankan bahwa keselamatan seluruh masyarakat merupakan prioritas utama, tanpa memandang jenis kelamin.
"Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka," kata Arifah Fauzi.
Ia pun meluruskan pernyataan sebelumnya tentang posisi gerbong wanita. Arifah Fauzi mengatakan bahwa usulannya itu bukan untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.
Baca juga: Gerbong Khusus Wanita di Ujung Kereta Jadi Polemik, Ini Penjelasan KAI"Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak," kata Arifah Fauzi.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses penanganan insiden tersebut telah dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh.
(est)