Naik Stupa Candi Borobudur Mahal, Mending Wisata ke Luar Negeri?
Mahmuda attar hussein
Selasa, 07 Juni 2022 - 18:40 WIB
Objek wisata Candi Borobudur. (Foto: Istimewa).
Naiknya tarif bagi wisatawan menaiki stupa Candi Borobudur dikritisi banyak pihak. Kondisi ini dikhawatirkan membuat wisatawan malah berkunjung ke luar negeri.
Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan tarif menaiki struktur Candi Borobudur bagi wisatawan domestik sebesar Rp 750.000. Dengan pembatasan wisatawan sebanyak 1.200 orang per hari.
Pengamat pariwisata Universitas Padjadjaran (Unpad), Evi Novianti menganggap, rencana kenaikan tarif untuk menaiki Candi Borobudur terbilang mahal bagi wisatawan domestik. Padahal, kehadiran mereka dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.
“Jangan sampai wisatawan nusantara beranggapan lebih baik ke luar negeri daripada menikmati destinasi wisata Indonesia,” kata dia seperti dilansir laman Unpad, Selasa (7/6/2022).
Baca Juga: Tarif Candi Borobudur Naik, Trinity: Terlalu Mahal
Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji lebih lanjut perihal kenaikan ini. Sebab, kenaikan tarif diharapkan tidak terlampau tinggi.
“Saya kurang setuju kalau itu dibebankan ke wisatawan mancanegara dan nusantara. Boleh naik asalkan jangan terlalu tinggi,” kata Evi saat diwawancarai Kanal Media Unpad.
Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan tarif menaiki struktur Candi Borobudur bagi wisatawan domestik sebesar Rp 750.000. Dengan pembatasan wisatawan sebanyak 1.200 orang per hari.
Pengamat pariwisata Universitas Padjadjaran (Unpad), Evi Novianti menganggap, rencana kenaikan tarif untuk menaiki Candi Borobudur terbilang mahal bagi wisatawan domestik. Padahal, kehadiran mereka dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.
“Jangan sampai wisatawan nusantara beranggapan lebih baik ke luar negeri daripada menikmati destinasi wisata Indonesia,” kata dia seperti dilansir laman Unpad, Selasa (7/6/2022).
Baca Juga: Tarif Candi Borobudur Naik, Trinity: Terlalu Mahal
Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji lebih lanjut perihal kenaikan ini. Sebab, kenaikan tarif diharapkan tidak terlampau tinggi.
“Saya kurang setuju kalau itu dibebankan ke wisatawan mancanegara dan nusantara. Boleh naik asalkan jangan terlalu tinggi,” kata Evi saat diwawancarai Kanal Media Unpad.