Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home wisata halal detail berita

Naik Stupa Candi Borobudur Mahal, Mending Wisata ke Luar Negeri?

mahmuda attar hussein Selasa, 07 Juni 2022 - 18:40 WIB
Naik Stupa Candi Borobudur Mahal, Mending Wisata ke Luar Negeri?
Objek wisata Candi Borobudur. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Naiknya tarif bagi wisatawan menaiki stupa Candi Borobudur dikritisi banyak pihak. Kondisi ini dikhawatirkan membuat wisatawan malah berkunjung ke luar negeri.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan tarif menaiki struktur Candi Borobudur bagi wisatawan domestik sebesar Rp 750.000. Dengan pembatasan wisatawan sebanyak 1.200 orang per hari.

Pengamat pariwisata Universitas Padjadjaran (Unpad), Evi Novianti menganggap, rencana kenaikan tarif untuk menaiki Candi Borobudur terbilang mahal bagi wisatawan domestik. Padahal, kehadiran mereka dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.

“Jangan sampai wisatawan nusantara beranggapan lebih baik ke luar negeri daripada menikmati destinasi wisata Indonesia,” kata dia seperti dilansir laman Unpad, Selasa (7/6/2022).

Baca Juga: Tarif Candi Borobudur Naik, Trinity: Terlalu Mahal

Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji lebih lanjut perihal kenaikan ini. Sebab, kenaikan tarif diharapkan tidak terlampau tinggi.

“Saya kurang setuju kalau itu dibebankan ke wisatawan mancanegara dan nusantara. Boleh naik asalkan jangan terlalu tinggi,” kata Evi saat diwawancarai Kanal Media Unpad.

Adapun kenaikan tarif untuk tujuan konservasi, kata dia, diharapkan tidak dibebankan kepada wisatawan. Namun, dengan melakukan subsidi silang dari sektor lainnya.

"Kebijakan pembatasan pengunjung untuk naik ke atas dinilai lebih efektif untuk upaya konservasi. Pembatasan ini lebih membuat penataan dan tata kelola wisata di Candi Borobudur dapat lebih terorganisir," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan Unpad ini menyebutkan, upaya pelestarian Candi Borobudur juga bisa dilakukan dengan metode kerja sama Hexahelix.

Kerja sama Hexahelix bertujuan mendeskripsikan, menganalisis peran dan interaksi, serta model dari helix pemerintah, industri, masyarakat, akademisi, media, dan wisatawan pada tata kelola pariwisata.

"Dengan kerja sama ini, seluruh pihak dapat saling bahu-membahu dalam melakukan tata kelola pariwisata yang baik," katanya.

Dia juga menambahkan, edukasi kepada wisatawan menjadi bagian penting dalam pelestarian warisan budaya. Hal ini dilakukan agar para wisatawan, khususnya domestik, bisa lebih menghargai dan mencintai destinasi budaya dan sejarah.

"Upaya edukasi bisa dilakukan dengan model bercerita (story telling). Diharapkan wisatawan nusantara dan mancanegara lebih sadar dan pengertian terkait nilai yang ada dalam wisata, melalui cerita dan media penunjang, baik itu below the line atau above the line,” ujarnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan