LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan RI mendukung penuh terhadap rencana penyelenggaraan perayaan Waisak 2026 yang akan berlangsung pada 31 Mei 2026 di Kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat menerima Dewan Pimpinan Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) di Ruang Mataram, Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Wakil Ketua Panitia Perayaan Waisak 2026, Karuna Murdaya, menyampaikan bahwa pelaksanaan Waisak 2026 berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya karena detik Waisak akan jatuh pada pukul 15.44 WIB. Dengan demikian, rangkaian prosesi akan dimulai pagi hari dan dilanjutkan dengan Dharmasakti serta pelepasan lampion pada pukul 19.30 WIB.
Walubi juga sudah menyiapkan sejumlah agenda pendukung sebagai bagian dari rangkaian perayaan, di antaranya kegiatan pembersihan makam, bakti sosial, pengambilan api suci Waisak atau Api Dharma di Mrapen, Grobogan, hingga pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Temanggung.
Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan perayaan Waisak yang tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga bagian penting dari penguatan nilai-nilai budaya dan spiritual. “Kami sangat mengapresiasi rencana perayaan Waisak oleh WALUBI di Candi Borobudur. Kementerian Kebudayaan senantiasa mendukung pelaksanaan hari raya keagamaan ini, karena merupakan bagian dari perjalanan spiritual yang sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan dalam menjadikan warisan budaya sebagai living heritage,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
![Waisak 2026 di Borobudur Usung Konsep Living Heritage, Fadli Zon Beri Dukungan Penuh]()
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendekatan living heritage menjadi landasan penting dalam upaya pelindungan, pemanfaatan, dan pengembangan warisan budaya secara berkelanjutan. Perayaan Waisak di Candi Borobudur diharapkan dapat semakin memperkuat narasi tersebut, termasuk dalam pengelolaan artefak dan pengayaan informasi sejarah melalui museum.
“Kami terus memperkuat narasi living heritage yang ada di Candi Borobudur, termasuk mengenai artefak dan museum yang selama ini masih terus kami lengkapi narasinya, termasuk membawa beberapa artefak ke daerah Pujon dan juga dokumentasi digitalisasi buku-buku yang ada di Borobudur,” tambahnya.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar; Pelaksana Harian Waisak 2026, Bhante Srivisarn; serta Wakil Ketua Panitia, Carren Catherina.
Menutup pertemuan, Menbud Fadli berharap pelaksanaan Waisak 2026 dapat berdampak positif. “Kami berharap perayaan Waisak beserta seluruh rangkaian kegiatannya dapat berjalan sukses serta memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun kultural, bagi masyarakat luas,” tutupnya.
(lam)