Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home global news detail berita

Kementerian Kebudayaan dan InJourney Teken MoU Candi Borobudur, Fokus pada Wisata Budaya Inklusif

tim langit 7 Rabu, 30 Juli 2025 - 20:30 WIB
Kementerian Kebudayaan dan InJourney Teken MoU Candi Borobudur, Fokus pada Wisata Budaya Inklusif
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney terkait pengelolaan Kompleks Candi Borobudur. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola Candi Borobudur sebagai destinasi pariwisata budaya dan spiritual yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan Borobudur sebagai ruang hidup budaya yang menjunjung tinggi nilai pelestarian warisan bangsa.

Nota kesepahaman ini mencakup aspek pengelolaan kawasan cagar budaya, pengembangan sumber daya manusia dan/atau manajemen, serta pertukaran data dan informasi. Kerja sama ini juga menandai langkah strategis dalam mewujudkan konsep single destination management kawasan Borobudur.

Penandatanganan dilakukan di Kantor Danantara Indonesia oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan dan Direktur Utama InJourney, Maya Watono, serta disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, bersama COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dan Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan.

“Momentum ini merupakan kesempatan yang sangat baik dalam upaya memajukan kebudayaan, dalam hal ini pengelolaan kompleks Candi Borobudur sebagai situs budaya Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo bagaimana situs-situs yang kita miliki untuk dapat dilindungi, dikembangkan, dimanfaatkan, dan dibina sebaik mungkin untuk kebermanfaatan masyarakat luas,” ujar Menbud Fadli dalam sambutannya, Rabu (30/7/2025).

Dirinya juga menambahkan bahwa pengelolaan Candi Borobudur harus maksimal sebagai salah satu destinasi budaya dan wisata Indonesia. Ia berujar bahwa pengelolaan yang baik dan maksimal dapat menggerakkan perekonomian di sekitar Candi Borobudur.

“Kita juga masih punya tugas untuk menata ekosistem di sekitar Candi Borobudur agar semakin baik dan terkhusus dalam meningkatkan jumlah pengunjung, termasuk didalamnya terkait akses untuk kalangan disabilitas dan inklusivitas,” kata Menbud.

Lebih lanjut, Menbud Fadli juga menyampaikan berbagai potensi situs budaya lainnya yang dimiliki oleh Indonesia. Dirinya mencontohkan adanya berbagai situs arkeologis, seperti Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan; Pulau Muna, Sulawesi Tenggara; serta Sumatera Barat. “Situs-situs ini belum mempunyai campaign yang besar guna mempromosikannya. Dana kita terbatas dan pastinya memerlukan skema public private partnership sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” ucap Menteri.

“Tentu saya berharap dengan berbagai potensi yang ada dan dengan kerja sama berbagai pihak, dapat menjadikan situs budaya kita sebagai living heritage yang dinamis,” tambahnya.

Selain potensi yang ada, Menteri Fadli juga menyampaikan berbagai upaya perawatan, perbaikan, dan pengembangan yang sedang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan, diantaranya situs Gunung Padang, Situs Muara Jambi, Museum Majapahit, Museum Manusia Purba Sangiran, hingga Songgobuwono Keraton Solo.

Dengan kerja sama ini, Kementerian Kebudayaan dapat secara optimal menjalankan mandat pelestarian dan penguatan fungsi kebudayaan di Kawasan Borobudur. Di saat yang sama, InJourney melalui Injourney Destination Management akan menjalankan fungsi pariwisata secara holistik, mengedepankan aspek edukasi, pengalaman autentik, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Sementara, masyarakat sebagai penikmat budaya akan merasakan manfaat nyata dari keterbukaan akses, peningkatan kualitas layanan, dan dampak ekonomi yang lebih merata.

Salah satu bentuk pemanfaatan ini adalah program “Borobudur Sunrise”, yang memberi kesempatan kepada pengunjung menikmati keindahan matahari terbit dari puncak Borobudur mulai pukul 4 pagi. Program ini menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan budaya dapat diintegrasikan ke dalam pengalaman wisata yang mendalam dan bermakna.

Dalam sambutannya, Maya Watono, menyampaikan apresiasi atas terbukanya ruang kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, yang memungkinkan hadirnya skema pengelolaan bersama yang mengedepankan tanggung jawab kolektif terhadap warisan dunia.

“Kami menyadari bahwa integrasi bukan hanya soal operasional, ini adalah tanggung jawab bersama terhadap sejarah dan generasi mendatang. Dengan kolaborasi yang erat dan dukungan dari Kementerian Kebudayaan, kami percaya bahwa Borobudur dapat menjadi destinasi yang tidak hanya indah secara visual, namun juga sarat makna spiritual, budaya, dan berdampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, juga menambahkan bahwa sebagai salah satu destinasi utama Indonesia, Borobudur harus terus dipromosikan secara global.

“Dalam pengelolaan destinasi, kami mengubah parameter KPI untuk InJourney sebagai pengelola kompleks Candi Borobudur yang tidak hanya berfokus pada profit namun juga dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan dan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan Candi Borobudur. Kami juga sangat mengapresiasi dukungan dari Kementerian Kebudayaan yang memperkuat kolaborasi ini serta mendukung penerapan single authority management untuk pengelolaan destinasi yang lebih efektif,” ungkap Dony.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Managing Director Business 3 PT. Danantara Asset Management, Febriany Eddy; MD Global Relations & Governance PT. Danantara Indonesia, Mohammad Al-Arief; serta Senior Director Corporate Secretary PT. Danantara Indonesia, Mayatias Asmoro. Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta; Ketua Dewan Pengawas Museum dan Cagar Budaya sekaligus Staf Khusus Menteri bidang Media dan Komunikasi Publik, M. Asrian Mirza; Kepala Museum dan Cagar Budaya, Abi Kusno; serta Direktur Eksekutif Badan Pengelola Usaha Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin.

Menutup sambutannya, Menbud berharap penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting dalam menggerakan ekonomi dan budaya nasional. “Semoga hari ini menjadi suatu upaya strategis dalam menggerakan perekonomian nasional, sesuai yang diharapkan oleh Presiden di bidang kebudayaan dan pariwisata. Semoga kerja sama kita semakin erat dan kuat,” pungkas Menbud.

Kementerian Kebudayaan memandang bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk menyeimbangkan pelestarian dan pemanfaatan. Dengan pendekatan kolaboratif dan tata kelola yang terintegrasi, Candi Borobudur dapat terus menjadi sumber inspirasi budaya, spiritualitas, dan kesejahteraan masyarakat.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan