Indonesia Kutuk Keras Penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh Politikus India
Redaksi
Selasa, 07 Juni 2022 - 16:10 WIB
Ilustrasi: kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (foto: setkab.go.id)
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengutuk keras aksi politikus Bharatiya Janata Party (BJP) Nupur Sharma yang telah menghina Nabi Muhammad SAW. Pernyataan itu disampaikan melalui akun twitter resmi Kementerian Luar Negeri.
“Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua orang politisi India. Pesan ini telah disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta,” cuit akun @kemlu_ri, Senin (6/6/2022).
Kemlu juga telah memanggil Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti untuk meminta keterangan terkait pernyataan kontroversial tersebut.
Baca Juga:Rasis dan Islamofobia, DPR Minta Menlu Panggil Dubes India
Selain Kemlu RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan penghinaan yang dilakukan oleh politisi India dari partai berpaham ultranasionalis itu.
“MUI menyesalkan pernyataan Juru Bicara BJP yang menghina Nabi Muhammad SAW dalam debat di televisi India,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan yang diterima Langit7.id di Jakarta, Selasa (7/6/2022).
MUI menilai pernyataan Sharma itu tidak bertanggungjawab, tidak sensitif, tidak terpuji dan menimbulkan ketidaknyamanan.
“Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua orang politisi India. Pesan ini telah disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta,” cuit akun @kemlu_ri, Senin (6/6/2022).
Kemlu juga telah memanggil Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti untuk meminta keterangan terkait pernyataan kontroversial tersebut.
Baca Juga:Rasis dan Islamofobia, DPR Minta Menlu Panggil Dubes India
Selain Kemlu RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan penghinaan yang dilakukan oleh politisi India dari partai berpaham ultranasionalis itu.
“MUI menyesalkan pernyataan Juru Bicara BJP yang menghina Nabi Muhammad SAW dalam debat di televisi India,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan yang diterima Langit7.id di Jakarta, Selasa (7/6/2022).
MUI menilai pernyataan Sharma itu tidak bertanggungjawab, tidak sensitif, tidak terpuji dan menimbulkan ketidaknyamanan.