home global news

BRIN: Banjir Rob Berpotensi Terjadi hingga 2034

Rabu, 08 Juni 2022 - 15:21 WIB
Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Foto: Antara)
Sebagian wilayah Indonesia hingga kini masih diselimuti musim hujan. Akibatnya, banyak wilayah perairan yang naik sehingga menimbulkan banjir rob di sejumlah wilayah.

Salah satunya banjir rob ekstrem melanda Semarang dan beberapa daerah lain di pantai utara Jawa Tengah. Hal ini mengingatkan ancaman efek siklus nodal bulan yang terjadi setiap 18,6 tahun sekali.

Baca Juga:Tim SAR Optimistis Perubahan Cuaca Beri Kabar Baik Pencarian Eril

Peneliti di Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin mengatakan siklus nodal bulan terjadi ketika posisi bulan dekat dengan ekuator yang berpotensi menimbulkan pasang maksimum. "Itu berpotensi menimbulkan pasang maksimum. Jadi sekitar tahun 2034, itu adalah puncak dari siklus nodal yang berpotensi meningkatkan banjir rob pasang," ujarnya dalam webinar 'Banjir Rob di Musim Kemarau', dikutip Langit7.id, Rabu (8/6/2022).

Siklus nodal bulan yang dapat memicu terjadinya banjir rob imerupakan dampak miringnya posisi bulan 5 derajat dari ekliptika. Hal itu menyebabkan air laut mengalami pasang maksimum.

Thomas mengatakan rob alias banjir pesisir atau atau coastal flooding masih menjadi isu global. Selain efek siklus nodal, sebab utama terjadinya pasang maksimum air laut akibat faktor astronomis diferensial gravitasi bulan dan matahari. "Juga gelombang tinggi di pantai yang terpengaruh faktor angin dan gabungan keduanya," kata Thomas.

Baca Juga:Suhu Tinggi, Dirjen PHU Ingatkan Jemaah Haji Rutin Minum Air Putih
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
cuaca ekstrem banjir banjir rob brin
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya