DPR Minta Industri Keuangan Tingkatkan Literasi Publik
Redaksi
Kamis, 09 Juni 2022 - 22:05 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Animo masyarakat berinvestasi di pasar modal mengalami pertumbuhan secara progresif. Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati mengingatkan, tren positif pertumbuhan minat investasi di pasar modal tersebut juga harus didukung dengan pengayaan literasi secara berkelanjutan.
Ini mengingat, belakangan tidak sedikit yang terjerat investasi bodong ataupun penipuan. "Tentunya pertumbuhan minat investasi ini menjadi hal yang positif, namun demikian, stakeholder industri keuangan baik lembaga pemerintah maupun swasta," kata Anis dalam keterangannya, Kamis (9/6/2022).
"Termasuk di dalamnya ada perbankan, regulator, sekuritas, manajer investasi dan penyedia jasa keuangan lainnya harus terlibat aktif melakukan edukasi pada masyarakat. Karena kita prihatin, belakangan banyak terungkap berbagai penipuan berkedok investasi," imbuhnya.
Baca Juga:Merger BTN Syariah ke BSI Dinilai Lemahkan Sektor Perumahan
Apalagi, lanjut Anis, diketahui angka pertumbuhan minat investasi di pasar modal tersebut didominasi oleh kalangan anak muda yakni rentan usia 18-40 tahun, yang nota bene, umumnya masih membutuhkan pengalaman dan jam terbang.
"Bagus, anak muda sudah berpikir investasi. Tapi kalau tiba-tiba terjerat investasi bodong, itu yang perlu kita mitigasi," ujar Anggota DPR dari Fraksi PKS tersebut.
Karenanya, tegas Anis, stakeholder industri keuangan bertanggung jawab sekaligus berkepentingan untuk menjaga kepercayaan dan kondusifitas di sektor keuangan.
Ini mengingat, belakangan tidak sedikit yang terjerat investasi bodong ataupun penipuan. "Tentunya pertumbuhan minat investasi ini menjadi hal yang positif, namun demikian, stakeholder industri keuangan baik lembaga pemerintah maupun swasta," kata Anis dalam keterangannya, Kamis (9/6/2022).
"Termasuk di dalamnya ada perbankan, regulator, sekuritas, manajer investasi dan penyedia jasa keuangan lainnya harus terlibat aktif melakukan edukasi pada masyarakat. Karena kita prihatin, belakangan banyak terungkap berbagai penipuan berkedok investasi," imbuhnya.
Baca Juga:Merger BTN Syariah ke BSI Dinilai Lemahkan Sektor Perumahan
Apalagi, lanjut Anis, diketahui angka pertumbuhan minat investasi di pasar modal tersebut didominasi oleh kalangan anak muda yakni rentan usia 18-40 tahun, yang nota bene, umumnya masih membutuhkan pengalaman dan jam terbang.
"Bagus, anak muda sudah berpikir investasi. Tapi kalau tiba-tiba terjerat investasi bodong, itu yang perlu kita mitigasi," ujar Anggota DPR dari Fraksi PKS tersebut.
Karenanya, tegas Anis, stakeholder industri keuangan bertanggung jawab sekaligus berkepentingan untuk menjaga kepercayaan dan kondusifitas di sektor keuangan.