Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 12 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Merger BTN Syariah ke BSI Dinilai Lemahkan Sektor Perumahan

fajar adhitya Selasa, 07 Juni 2022 - 23:35 WIB
Merger BTN Syariah ke BSI Dinilai Lemahkan Sektor Perumahan
Ilustrasi perumahan. (Foto: Langit7/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Wacana merger Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN dengan PT Bank Syariah Tbk (BSI) dinilai negatif oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Syariah. Merger dipandang akan membawa dampak buruk bagi sektor perumahan.

Ketua HIPMI Syariah, Ibnu Riyanto menilai rencana merger UUS Bank BTN Syariah ke BSI justru akan melemahkan sektor perumahan. Terlebih, BTN selama ini dikenal fokus dalam mengembangkan layanan pendanaan perumahan.

Baca Juga: Rapat Pleno KNEKS: Fokus Strategis Ekonomi dan Keuangan Syariah

Ibnu menjelaskan, kunci keberhasilan sebuah lembaga dalam menjalankan unit bisnisnya yakni fokus. BTN Syariah selama ini sangat fokus berperan membantu pemerintah dalam sektor perumahan.

Salah satunya dalam menyalurkan KPR FLPP atau Subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Karena tidak bisa dipungkiri, sebagian besar penjualan sektor perumahan membutuhkan dukungan sektor perbankan melalui pembiayaan kredit, baik KPR ataupun KPA.

"Selama ini BSI tidak fokus dalam hal pembiayaan perumahan, dikhawatirkan dengan penggabungan ini sektor perumahan tidak bergerak secara masif akibat belum siapnya BSI secara sistem dan program," ujar Ibnu dalam pernyataan tertulis, Selasa (7/6/2022).

Merger BTN Syariah ke BSI secara siklus bisnis pun akan menjadi tidak sehat. Dengan bergabungnya sebagian besar Bank Syariah, menjadikan tidak adanya kompetitor dalam lingkup perbankan syariah yang mengakibatkan lambatnya business improvement, baik dari segi produk maupun kebijakan.

Baca Juga: Bank Muamalat Perkuat Bisnis Islamic Segment dan Ekosistem Halal

Pemerintah harus mampu melihat dari kacamata nasabah yang merasa tidak memiliki banyak pilihan perbankan syariah. BSI juga masih memiliki pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan yakni, meningkatkan kontribusi Bank Syariah terhadap perekonomian di Indonesia dan juga meningkatkan produktivitas industri halal di Indonesia yang saat ini belum masuk lima besar.

"Saya sebagai Developer mengalami sendiri ketidaksiapan sistem perbankan BSI dalam sektor pembiayaan perumahan. Dengan proses pengajuan pembiayaan yang sangat lama cukup menghambat proses konsumen dalam mewujudkan rumah impiannya," ungkap Ibnu.

Kebutuhan rumah yang terus meningkat, khususnya di daerah tanpa disertai pertumbuhan Bank sebagai sistem pembayaran adalah bom waktu. Saat ini saja sudah banyak Masyarakat yang tertipu oknum developer syariah.

Dari mulai bangunan mangkrak tak selesai dan uang konsumen dibawa kabur oleh Developer. Pemerintah harus bisa menjembatani persoalan ini dengan memperbanyak bank seperti BTN Syariah yang fokus pada sektor perumahan.

Baca Juga:

Permintaan Produk Halal di Negara Non-Muslim Naik selama Pandemi

Kredit Mobil di Bank Syariah, UAS: Boleh!


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 12 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)