Inilah Hikmah dari Larangan Mencabut Rambut Beruban
Ahmad zuhdi
Rabu, 04 Agustus 2021 - 18:41 WIB
ilustrasi rambut beruban (foto: langit7.id/istock)
Salah satu tanda penuaan atau pertambahan usia pada diri seseorang adalah munculnya uban, dalam ilmu kedokteran hal ini disebut dengan achromotrichia atau canities. Namun tua bukan satu-satunya faktor yang membuat rambut seorang berubah menjadi putih. Tempat tumbuhnya rambut atau folikel memiliki sel pigmen atau zat pemberi warna yang disebut melanin. Kadar ini dapat berubah seiring waktu karena berbagai sebab.
Melanin pada folikel rambut adalah hasil pigmentasi dari dua jenis, yaitu eumelanin dan pheomelanin. Rambut akan berwarna lebih gelap jika eumelanin lebih dominan daripada phenomelanin. Sementara itu, jumlah melanin yang sedikit membuat rambut tumbuh menjadi berwarna abu-abu, perak, dan akhirnya putih.
Di antara penyebab tumbuhnya uban biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor; seperti usia, faktor genetik (keturunan), kondisi kesehatan, pengobatan dengan sinar X, kebiasaan merokok, dan albino. Berkaitan dengan uban, Rasulullah menyampaikan keutamaan dan larangan mencabut uban pada hadits-hadits shahih dan perlu dipahami secara tepat. Berikut keterangannya:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ قَالَ عَنْ سُفْيَانَ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَقَالَ فِي حَدِيثِ يَحْيَى إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً
"Rasulullah Saw bersabda janganlah kalian mencabuti uban, tidaklah seorang muslim beruban dalam Islam, Musaddad berkata dari Sufyan, kecuali uban tersebut menjadi cahaya pada hari kiamat. Musaddad dari jalur Yahya, kecuali Allah menuliskan baginya satu kebaikan dan allah menghapus dosanya (H.R. Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, 11/267)".
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ، فَإِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ، مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً، وَكَفَّرَ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً، وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً»
Melanin pada folikel rambut adalah hasil pigmentasi dari dua jenis, yaitu eumelanin dan pheomelanin. Rambut akan berwarna lebih gelap jika eumelanin lebih dominan daripada phenomelanin. Sementara itu, jumlah melanin yang sedikit membuat rambut tumbuh menjadi berwarna abu-abu, perak, dan akhirnya putih.
Di antara penyebab tumbuhnya uban biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor; seperti usia, faktor genetik (keturunan), kondisi kesehatan, pengobatan dengan sinar X, kebiasaan merokok, dan albino. Berkaitan dengan uban, Rasulullah menyampaikan keutamaan dan larangan mencabut uban pada hadits-hadits shahih dan perlu dipahami secara tepat. Berikut keterangannya:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ قَالَ عَنْ سُفْيَانَ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَقَالَ فِي حَدِيثِ يَحْيَى إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً
"Rasulullah Saw bersabda janganlah kalian mencabuti uban, tidaklah seorang muslim beruban dalam Islam, Musaddad berkata dari Sufyan, kecuali uban tersebut menjadi cahaya pada hari kiamat. Musaddad dari jalur Yahya, kecuali Allah menuliskan baginya satu kebaikan dan allah menghapus dosanya (H.R. Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, 11/267)".
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ، فَإِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ، مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً، وَكَفَّرَ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً، وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً»