LANGIT7.ID-Sudah 1 tahun 9 bulan Prabowo menjadi presiden, tapi usaha pemberantasan korupsi yang diusungnya masih membuat kita bertanya-tanya. Kita percaya Prabowo punya semangat tinggi untuk memberantas korupsi, tapi pertanyaannya apakah Prabowo akan bisa memberantasnya? Kita tidak bisa menutup mata bahwa sudah cukup banyak juga kasus-kasus korupsi yang diungkap dan terungkap di masa pemerintahannya, tetapi apakah praktik korupsi sudah mengecil dan menciut di negeri ini?
Ternyata tidak. Bahkan yang terjadi, kita lihat Prabowo seperti main pukul-muncul atau pukul tikus tanah, yaitu sejenis permainan yang dulu banyak ditemukan di tempat permainan/Timezone. Begitu tikusnya muncul, cepat-cepat kita pukul, tapi begitu kita pukul maka tikus di lubang lain juga muncul lagi, dan begitulah seterusnya sehingga waktu Prabowo habis untuk itu.
Di antara kasus korupsi yang muncul dan terungkap di zaman Prabowo yaitu kasus korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina tahun 2018–2023. Kerugian negara ditaksir sekitar Rp193,7 triliun, tapi juga ada yang memperkirakan sekitar Rp285 triliun. Kasus ini dibongkar oleh Kejagung di masa pemerintahan Prabowo, yaitu pada Februari 2025.
Kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook Kemendikbudristek tahun 2019–2022 juga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp1,98 triliun. Pengumuman tersangkanya dilakukan pada September 2025, dan lain-lain.
Tetapi di samping itu, korupsi juga telah terjadi di dalam pemerintahan Prabowo, seperti kasus korupsi dan pemerasan terkait masalah pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang diungkap dan ditangkap oleh KPK pada Agustus 2025.
Kasus Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program unggulan yang dibuat sendiri oleh Prabowo, di mana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang memimpin MBG tersebut bersama dua orang wakilnya telah ditangkap dan ditahan oleh tim penyidik Kejaksaan Agung pada Rabu, 3 Juni 2026.
Bagaimana halnya dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)? Memang belum ada laporan kasus korupsi di KDMP. Tapi sudah cukup banyak yang menyorot karena cukup banyak potensi bagi terjadinya pelanggaran.
Jadi kita lihat pemerintahan Prabowo sendiri sekarang ini sedang mengalami masalah, di mana di satu sisi Prabowo ingin memberantas praktik korupsi, tapi di sisi lain pemerintahannya, terutama para pembantunya sendiri, juga melakukan hal yang sama, terutama lewat program unggulannya.
Di sinilah terjadi paradoks dalam paradoks, dan yang melakukan itu adalah anak buah sendiri yang dia tunjuk. Benar-benar tega itu anak buah. Menggunting dalam lipatan dan menikam dari belakang. Mereka benar-benar telah menjadi musuh dalam selimut bagi Prabowo.
Pertanyaannya, apakah Prabowo akan membiarkan hal itu terus berlangsung? Tidak tahu. Tapi kalau hal itu terjadi di El Salvador, tentu Presiden Nayib Bukele sudah pasti akan menghabisi mereka.
(Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.)(lam)