Startup Banyak PHK Karyawan, Benarkah Masanya Sudah Habis?
Mahmuda attar hussein
Selasa, 14 Juni 2022 - 14:54 WIB
Startup Banyak PHK Karyawan, Benarkah Masanya Sudah Habis. (Foto: Istimewa).
Bisnis startup belakangan ini ramai dibicarangan netizen karena banyak PHK karyawan. Sebagian orang menyebut bahwa ini menjadi akhir bisnis digital tersebut.
Pakar Strategi Bisnis, Indrawan Nugroho mengatakan, pemutusan PHK ini merupakan hal wajar yang dialami perusahaan rintisan.
Dengan kata lain, menjadi bagian dari course correction, yakni cara pasar mengoreksi valuasi perusahaan startup yang sudah tidak masuk akal, atau The Great Revaluation.
"Walaupun ini meyakitkan, situasi ini sebenarnya baik untuk startup dan saatnya mereka kembali kepada jalur bisnis yang benar. Artinya, mereka tidak hanya fokus mengejar pertumbuhan dengan segala cara, investor juga jadi lebih bijak dan tidak terbakar nafsu cari cuan besar dengan cara berisiko tinggi," kata dia, Selasa (14/6/2022).
Baca Juga: Menelusuri Bisnis Startup, Usaha Digital yang Dilirik Investor
CEO dan founder Corporate Innovation Asia (CIAS) ini meyakini, pascakondisi ini akan melahirkan startup yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih besar kontribusinya terhadap fundamental ekonomi bangsa. Walaupun pada akhirnya sebagian startup tidak mampu bertahan dan tutup.
Namun, mereka yang berhasil keluar dari kondisi saat ini akan menjadi legenda dan solusi dan masa depan. Seperti layaknya Amazon dan Google yang berhasil selamat dari gelembung internet di tahun 2000.
Pakar Strategi Bisnis, Indrawan Nugroho mengatakan, pemutusan PHK ini merupakan hal wajar yang dialami perusahaan rintisan.
Dengan kata lain, menjadi bagian dari course correction, yakni cara pasar mengoreksi valuasi perusahaan startup yang sudah tidak masuk akal, atau The Great Revaluation.
"Walaupun ini meyakitkan, situasi ini sebenarnya baik untuk startup dan saatnya mereka kembali kepada jalur bisnis yang benar. Artinya, mereka tidak hanya fokus mengejar pertumbuhan dengan segala cara, investor juga jadi lebih bijak dan tidak terbakar nafsu cari cuan besar dengan cara berisiko tinggi," kata dia, Selasa (14/6/2022).
Baca Juga: Menelusuri Bisnis Startup, Usaha Digital yang Dilirik Investor
CEO dan founder Corporate Innovation Asia (CIAS) ini meyakini, pascakondisi ini akan melahirkan startup yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih besar kontribusinya terhadap fundamental ekonomi bangsa. Walaupun pada akhirnya sebagian startup tidak mampu bertahan dan tutup.
Namun, mereka yang berhasil keluar dari kondisi saat ini akan menjadi legenda dan solusi dan masa depan. Seperti layaknya Amazon dan Google yang berhasil selamat dari gelembung internet di tahun 2000.