LANGIT7.ID, Jakarta -
Bisnis starup merupakan bidang usaha yang sedang dilirik investor. Namun tidak sedikit usaha digital ini goyang, sehingga melakukan PHK terhadap karyawannya.
CEO dan founder Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho mengatakan,
bisnis startup memang identik dengan perkembangan internet dan layanan digital.
"Bisnis straup menjadi incaran investor. Setelah internet bubble pecah di tahun 2000, investor masih terus mengucurkan dana pada startup baru yang bermunculan," kata dia dikanal YouTubenya, Selasa (14/6/2022).
Sejak itu, kata dia, nilai valuasi startup terus bergerak naik secara eksponensial. Bahkan, data CBInsight diakhir tahun 2021 kemarin sudah ada lebih dari 1.000 unicorn di seluruh dunia, yaitu perusahaan startup yang nilai valuasi pasarnya mencapai lebih dari USD1 miliar.
Baca Juga: Marak PHK, DPR Minta Perlindungan Pekerja Karyawan Startup"Startup bisa tumbuh secara eksponensial dalam waktu yang sangat singkat, karena mereka berada dalam kondisi pasar di mana pemenang akan menguasai semuanya atau Winner Takes All," ungkapnya.
Di pasar ini para pemain berjuang untuk menguasai ceruk pasar mereka. Seiring waktu, akhirnya mereka mendominasi industri dan mampu menguasai sebagian besar pasar, serta menyisakan sedikit sekali pesaing.
"Nah, untuk bisa menguasai pasar maka sebuah startup harus bisa bertumbuh dengan sangat-sangat cepat. Ini melahirkan strategi Growth at All Cost," ujarnya.
Artinya, kata dia, mereka mengejar pertumbuhan dengan segala cara. Salah satunya dengan mengambil jalur pertumbuhan yang tidak organik, yaitu membeli pelanggan dengan diskon, subsidi, dan bonus yang fantastis.
"Mereka juga mengakuisisi perusahaan lain yang kerapkali adalah pesaing mereka, agar bisa memiliki teknologi baru tanpa harus mengembangkannya. Jadi bisa masuk pasar lebih luas tanpa harus memulai dari awal, disaat yang sama meredam persaingan, dan perlawanan dari pesaing potensial mereka," ujarnya.
(bal)