LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra utama UMKM dalam transformasi digital. Melalui inovasi berkelanjutan, BCA tidak hanya memudahkan proses onboarding merchant UMKM, tetapi juga menyediakan platform pembayaran yang seamless hingga digitalisasi operasional bisnis.
Dalam sesi talk show mini studio di BCA Expoversary 2025 pada Jumat (21/2), VP Acquisition & Business Partnership BCA Liyanni Lie mengungkapkan bahwa transformasi digital merchant UMKM semakin pesat pasca pandemi COVID-19. BCA terus berupaya memberikan solusi finansial terbaik bagi seluruh nasabah, terutama segmen merchant UMKM melalui berbagai inovasi digital.
"Kami berkomitmen penuh untuk mendukung inisiatif regulator dan otoritas dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia," ungkap Liyanni. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif digital yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan merchant UMKM.
Aplikasi Merchant BCA: Transformasi Onboarding DigitalSalah satu perwujudan komitmen BCA dalam mendukung digitalisasi adalah peluncuran aplikasi Merchant BCA pada awal tahun 2024. Aplikasi ini dirancang khusus untuk menyederhanakan transaksi keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjadi channel informasi serta solusi bagi mitra merchant.
"Dengan pengajuan melalui aplikasi Merchant BCA, kini nasabah dapat memperoleh QRIS dalam hari yang sama atau same day, jika pengajuannya dilakukan pagi. Untuk mesin EDC, dapat diperoleh 2-3 hari setelah pengajuan, tergantung lokasi merchant-nya," jelas Liyanni. Kecepatan proses ini dimungkinkan berkat jaringan distribution center BCA yang tersebar di lokasi-lokasi strategis.
Per Januari 2025, BCA mencatat pertumbuhan positif dari tingkat akuisisi merchant melalui aplikasi Merchant BCA. Saat ini, lebih dari 275 ribu merchant aktif telah memanfaatkan aplikasi tersebut. Bahkan pada tahun 2024, dari 380 ribu merchant baru di segmen bisnis individu yang diakuisisi BCA, sekitar 75% telah menggunakan aplikasi Merchant BCA untuk kemudahan pendaftaran.
Inovasi EDC Android: AposBCA untuk Mobilitas TinggiBCA terus melakukan inovasi pada solusi pembayaran yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM. Terbaru, BCA menghadirkan aposBCA, mesin EDC berbasis Android yang dirancang khusus untuk meningkatkan fleksibilitas dan kemudahan bagi merchant dengan mobilitas tinggi.
AposBCA hadir dengan layar sentuh intuitif yang memungkinkan transaksi lebih cepat dan nyaman. Mesin ini mendukung berbagai metode pembayaran nontunai, baik kartu maupun QRIS, termasuk teknologi contactless, serta dilengkapi dengan konektivitas SIM card dan Wi-Fi untuk memudahkan penggunaan di berbagai kondisi.
Tidak berhenti pada sistem pembayaran, BCA juga berkomitmen untuk mendukung UMKM dalam meningkatkan skala bisnisnya melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan fintech penyedia platform point of sale (POS). Kolaborasi ini akan berbentuk integrasi sistem pembayaran BCA dengan fungsi perangkat POS yang menyediakan sistem pengelolaan transaksi hingga pelaporan keuangan.
"Dalam proses scale-up bisnisnya, UMKM membutuhkan lebih dari sekadar solusi pembayaran digital. Kami menyebutnya beyond payment," tegas Liyanni. BCA akan terus berinovasi dan menyempurnakan solusi digital untuk memudahkan operasional bisnis UMKM secara end-to-end.
Dengan komitmen tersebut, BCA berharap semakin banyak UMKM yang dapat merasakan manfaat dari integrasi ekosistem fintech dan perbankan. Pada gilirannya, integrasi ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan bisnis UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.
Upaya BCA dalam memperluas dukungan digital kepada para mitra merchant juga sejalan dengan inisiatif regulator dan otoritas dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia. Digitalisasi yang komprehensif ini tidak hanya menguntungkan pihak merchant dalam hal efisiensi operasional, tetapi juga memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih nyaman bagi konsumen.
Dengan pendekatan "beyond payment", BCA memposisikan diri sebagai mitra strategis yang tidak hanya menyediakan solusi pembayaran, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis UMKM secara holistik. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat inklusi keuangan dan mendorong UMKM untuk naik kelas dalam era ekonomi digital.
(lam)