Satgas Covid: Omicron BA4 dan BA5 Menyebar Lebih Cepat
Fajar adhitya
Rabu, 15 Juni 2022 - 18:40 WIB
Ilustrasi virus Covid-19 varian Omicron. (Foto: Langit7.id/iStock)
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito meminta masyarakat kembali menegakkan disiplin protokol kesehatan. Endemi Covid-19 semakin panjang setelah munculnya varian baru Omicron berjenis BA.4 dan BA.5
"Penting bagi kita mewaspadai ancaman mutasi virus baru varian BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk ke Indonesia," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/6/2022).
Baca Juga:Kenali Omicron Varian BA4 dan BA5, Vaksinasi Dinilai Jadi Solusi
Wiku menjelaskan, secara epidemologi varian BA.4 sudah diidentifikasi di 61 negara dengan 7.524 sekuens yang dilaporkan melalui GISAID. Virus ini banyak teridentifikasi di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Denmark, dan Israel.
Sedangkan varian BA.5 paling banyak menyebar di 65 negara dengan dilaporkannya 10.442 sekuens. Negara dengan kasus terbanyak adalah Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.
"Kemampuan transmisi (BA.4 dan BA.5) memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat. Apalagi dengan tidak adanya indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya," kata Wiku.
Baca Juga:Varian Baru Omicron Picu Lonjakan Covid-19, Ini Penjelasan Satgas
"Penting bagi kita mewaspadai ancaman mutasi virus baru varian BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk ke Indonesia," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/6/2022).
Baca Juga:Kenali Omicron Varian BA4 dan BA5, Vaksinasi Dinilai Jadi Solusi
Wiku menjelaskan, secara epidemologi varian BA.4 sudah diidentifikasi di 61 negara dengan 7.524 sekuens yang dilaporkan melalui GISAID. Virus ini banyak teridentifikasi di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Denmark, dan Israel.
Sedangkan varian BA.5 paling banyak menyebar di 65 negara dengan dilaporkannya 10.442 sekuens. Negara dengan kasus terbanyak adalah Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.
"Kemampuan transmisi (BA.4 dan BA.5) memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat. Apalagi dengan tidak adanya indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya," kata Wiku.
Baca Juga:Varian Baru Omicron Picu Lonjakan Covid-19, Ini Penjelasan Satgas