Bicara di Forum Mufti Dunia, Ketua MUI Singgung Tanggung Jawab Ulama
Fajar adhitya
Kamis, 05 Agustus 2021 - 10:00 WIB
Ketua MUI KH Miftachul Akhyar berbicara di Forum Mufti Dunia di Kairo, Mesir (foto: Humas MUI)
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar menjadi salah satu pembicara Konferensi Fatwa Internasional ke-6 yang digelar Dâr Al Iftâ’ Mesir di Kairo, awal pekan ini. Agenda ini merupakan forum pertemuan mufti dunia membahas berbagai persoalan umat Islam dunia.
Di hadapan para mufti dunia, Kiai Miftach berbicara mengenai up tanggung jawab mereka sebagai ulama.
“Semua manusia dalam keadaan mabuk, kecuali para ulama. Dan para ulama pun dalam keadaan bingung, kecuali mereka yang mengamalkan ilmunya,” ujar Kiai Miftach dikutip dari keterangan tertulis MUI, Kamis (5/8/2021).
Kiai Miftach memaparkan tiga tanggung jawab yang layaknya dimiliki seorang ulama. Pertama adalah tanggung jawab kepada diri sendiri. Lalu, tanggung jawab kepada umat dan bangsa serta kepada Allah SWT.
“Kita perlu menghidupkan kembali mas’uliyah (rasa tanggung jawab) para ulama yang semakin menipis terhadap ketiga hal tersebut,” ujar Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.
Kiai Miftach mengingatkan, seandainya para ahli ilmu menjaga ilmu mereka dan meletakkannya kepada ahlinya, maka mereka akan dapat memimpin dan memandu penduduk zaman itu.
"Namun apabila mereka menyerahkan ilmu itu kepada para pemilik dunia agar mereka dapat bagian dunia itu dari mereka, maka mereka telah menghinakan ahli ilmu," tuturnya mengingatkan.
Di hadapan para mufti dunia, Kiai Miftach berbicara mengenai up tanggung jawab mereka sebagai ulama.
“Semua manusia dalam keadaan mabuk, kecuali para ulama. Dan para ulama pun dalam keadaan bingung, kecuali mereka yang mengamalkan ilmunya,” ujar Kiai Miftach dikutip dari keterangan tertulis MUI, Kamis (5/8/2021).
Kiai Miftach memaparkan tiga tanggung jawab yang layaknya dimiliki seorang ulama. Pertama adalah tanggung jawab kepada diri sendiri. Lalu, tanggung jawab kepada umat dan bangsa serta kepada Allah SWT.
“Kita perlu menghidupkan kembali mas’uliyah (rasa tanggung jawab) para ulama yang semakin menipis terhadap ketiga hal tersebut,” ujar Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.
Kiai Miftach mengingatkan, seandainya para ahli ilmu menjaga ilmu mereka dan meletakkannya kepada ahlinya, maka mereka akan dapat memimpin dan memandu penduduk zaman itu.
"Namun apabila mereka menyerahkan ilmu itu kepada para pemilik dunia agar mereka dapat bagian dunia itu dari mereka, maka mereka telah menghinakan ahli ilmu," tuturnya mengingatkan.