Abdullah Quilliam, Mualaf Pertama Era Victoria Penyebar Islam di Inggris
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 17 Juni 2022 - 09:00 WIB
Abdullah Quilliam. Foto: Istimewa
Di masa kejayaan kerajaan, sekelompok orang Inggris memilih mendalami Islam dan menjadi mualaf. Ini adalah cerita dari kisah tiga tokoh perintis Inggris di eraVictoria.
Adalah pengacara William Henry Quilliam yang mulai tertarik pada Islam setelah melihat orang-orang Maroko shalat di kapal feri saat istirahat di Mediterania tahun 1887.
"Mereka sama sekali tidak terganggu oleh kekuatan angin kencang atau oleh goyangan kapal. Saya sangat tersentuh oleh ekspresi wajah dan ekspresi mereka, yang menunjukkan kepercayaan dan ketulusan penuh," kata Quilliam seperti dikutip dari BBC, Jumat (17/6/2022).
Baca juga: Mengenal Jawed Karim, Sosok Muslim di Balik Kelahiran YouTube
Setelah mempertanyakan tentang Islam selama tinggal di Tangiers, Quilliam yang saat itu berusia 31 tahun memutuskan menjadi seorangMuslim. Ia pun menggambarkan Islam sebagai hal yang masuk akal dan logis.
"Secara pribadi, saya merasa itu tidak bertentangan dengan keyakinan saya". kata Quilliam.
Meski tidak ada kewajiban untuk seorang mualaf mengubah nama, namun Quilliam memilih nama Abdullah menjadi identitas barunya.
Adalah pengacara William Henry Quilliam yang mulai tertarik pada Islam setelah melihat orang-orang Maroko shalat di kapal feri saat istirahat di Mediterania tahun 1887.
"Mereka sama sekali tidak terganggu oleh kekuatan angin kencang atau oleh goyangan kapal. Saya sangat tersentuh oleh ekspresi wajah dan ekspresi mereka, yang menunjukkan kepercayaan dan ketulusan penuh," kata Quilliam seperti dikutip dari BBC, Jumat (17/6/2022).
Baca juga: Mengenal Jawed Karim, Sosok Muslim di Balik Kelahiran YouTube
Setelah mempertanyakan tentang Islam selama tinggal di Tangiers, Quilliam yang saat itu berusia 31 tahun memutuskan menjadi seorangMuslim. Ia pun menggambarkan Islam sebagai hal yang masuk akal dan logis.
"Secara pribadi, saya merasa itu tidak bertentangan dengan keyakinan saya". kata Quilliam.
Meski tidak ada kewajiban untuk seorang mualaf mengubah nama, namun Quilliam memilih nama Abdullah menjadi identitas barunya.