Presiden Jerman Temui Sultan HB X, Bahas Keistimewaaan Warisan Budaya
Priyo Setyawan
Jum'at, 17 Juni 2022 - 21:50 WIB
Persiden Jerman (kiri) disambut Sri Sultan HB X di Keraton Yogyakarta, Jumat sore (17/6/2022). (Foto Istimewa)
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berkunjung ke Keraton Yogyakarta, Jumat sore (17/6/2022. Tiba di Keraton, Presiden Jerman langsung disambut oleh Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama permaisuri GKR Hemas dan putri-putrinya.
Selain menikmati suasaan Keraton dan melihat pemeran pembuatan dan hasil batik tulis keraton, barang pecah belah milik keraton dan manuskrip tentang Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat serta tarian Lawung Ageng. Presiden Jerman dan Sri Sultan HB X juga membahas soal keistimewaan, kebudayaan dan pengelolaan lingkungan."Dalam perbincangan itu Ngarso Ndalem (Sri Sultan HB X) menjelaskan tentang keistimewaan dan budaya,” kata putri sulung Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi.
Baca Juga:Kementan Segera Distribusikan 800 Ribu Vaksin PMK ke Berbagai Daerah
GKR Mangkubumi menjelaskan Sultan dan Presiden Jerman berbincang soal keistimewaan dan warisan budaya. Sebab, baik Jerman maupun Yogyakarta memiliki kesamaan yakni peduli dengan warisan budaya, terutama tentang arsitektur.
"Lebih kepada menjaga warisan budaya. Sebab di Jerman banyak kepedulian tentang warisan-warisan budaya, rumah-rumah atau bangunan kuno," ujarnya.
Terkait lingkungan, Presiden Jerman dan Sultan HB X membahas soal pengelolaan lingkungan. Dalam hal ini, Jerman ingin berkolaborasi penataan permasalahan lingkungan di Yogyakarta karena di Jerman punya teknologi dan riset yang cukup bagus untuk masalah lingkungan.
Baca Juga:
Selain menikmati suasaan Keraton dan melihat pemeran pembuatan dan hasil batik tulis keraton, barang pecah belah milik keraton dan manuskrip tentang Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat serta tarian Lawung Ageng. Presiden Jerman dan Sri Sultan HB X juga membahas soal keistimewaan, kebudayaan dan pengelolaan lingkungan."Dalam perbincangan itu Ngarso Ndalem (Sri Sultan HB X) menjelaskan tentang keistimewaan dan budaya,” kata putri sulung Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi.
Baca Juga:Kementan Segera Distribusikan 800 Ribu Vaksin PMK ke Berbagai Daerah
GKR Mangkubumi menjelaskan Sultan dan Presiden Jerman berbincang soal keistimewaan dan warisan budaya. Sebab, baik Jerman maupun Yogyakarta memiliki kesamaan yakni peduli dengan warisan budaya, terutama tentang arsitektur.
"Lebih kepada menjaga warisan budaya. Sebab di Jerman banyak kepedulian tentang warisan-warisan budaya, rumah-rumah atau bangunan kuno," ujarnya.
Terkait lingkungan, Presiden Jerman dan Sultan HB X membahas soal pengelolaan lingkungan. Dalam hal ini, Jerman ingin berkolaborasi penataan permasalahan lingkungan di Yogyakarta karena di Jerman punya teknologi dan riset yang cukup bagus untuk masalah lingkungan.
Baca Juga: