Ngopi Bareng Sultan di Keraton, Presiden Jerman Terpukau Tarian Lawung Ageng
Priyo Setyawan
Jum'at, 17 Juni 2022 - 22:48 WIB
Presiden Jerman (kiri) bersama Sri Sultan HB X dan GKR Hemas di Keraton Yogyakarta, Jumat (17/6/2022). (Foto Istimewa)
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berkunjung ke Keraton Yogyakarta, Jumat (17/6/2022) sore WIB. Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama permasuri GKR Hemas dan putri-putrinya menyambut kedatangan Presiden Jerman tersebut.
Setibanya di Keraton Yogyakarta, Frank-Walter Steinmeier langsung menikmati suasana keraton. Setelah itu, Presiden Jerman menuju lokasi pemeran pembuatan dan hasil batik tulis keraton, barang pecah belah milik Kraton dan manuskrip tentang Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Baca Juga:Presiden Jerman Temui Sultan HB X, Bahas Keistimewaaan Warisan Budaya
Putri Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi mengatakan Presiden Jerman berkesempatan ngopi bareng dan menikmati tarian lawung ageng. "Presiden Jerman berkesempatan untuk ngopi bareng Ngarsa Dalem dan menikmati tarian lawung ageng," kata GKR Mangkubumi.
GKR Mangkubumi menjelaskan saat menikmati tarian Lawung Ageng, Presiden Jerman tampak terpukau. Presiden Frankdisebut tidak menyangka Yogyakarta memiliki tarian dengan karakteristik yang semarak atau rancak tanpa menghilangkan kesan sakral karya seni tarinya.
Baca Juga:Menparekraf Dukung Pengembangan Geowisata Batu Angus di Ternate
"Presiden Jerman apresiasi, karena tari lawung itu kan musiknya semarak, ada terompet dan drum. Sebab berpikir kalau yang rancak itu hanya ada di Bali," ujarnya.
Setibanya di Keraton Yogyakarta, Frank-Walter Steinmeier langsung menikmati suasana keraton. Setelah itu, Presiden Jerman menuju lokasi pemeran pembuatan dan hasil batik tulis keraton, barang pecah belah milik Kraton dan manuskrip tentang Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Baca Juga:Presiden Jerman Temui Sultan HB X, Bahas Keistimewaaan Warisan Budaya
Putri Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi mengatakan Presiden Jerman berkesempatan ngopi bareng dan menikmati tarian lawung ageng. "Presiden Jerman berkesempatan untuk ngopi bareng Ngarsa Dalem dan menikmati tarian lawung ageng," kata GKR Mangkubumi.
GKR Mangkubumi menjelaskan saat menikmati tarian Lawung Ageng, Presiden Jerman tampak terpukau. Presiden Frankdisebut tidak menyangka Yogyakarta memiliki tarian dengan karakteristik yang semarak atau rancak tanpa menghilangkan kesan sakral karya seni tarinya.
Baca Juga:Menparekraf Dukung Pengembangan Geowisata Batu Angus di Ternate
"Presiden Jerman apresiasi, karena tari lawung itu kan musiknya semarak, ada terompet dan drum. Sebab berpikir kalau yang rancak itu hanya ada di Bali," ujarnya.