NasDem Usung Jenderal Aktif Bakal Capres, PD Kritik Surya Paloh
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 20 Juni 2022 - 14:16 WIB
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Partai Nasional Demokrat (NasDem) memasukkan nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebagai salah satu bakal calon presiden (capres) untuk Pemilu 2024 mendatang. Upaya itu mendapatkan sorotan dari Partai Demokrat.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief, menilai nama Andika tidak seharusnya dimasukkan ke dalam politik elektoral. Terlebih, Andika saat ini masih aktif berdinas di TNI.
Baca Juga:Ogah Dukung Anies Baswedan Jadi Capres, PSI: Kami Anti Intoleransi
"Sebaiknya jenderal aktif jangan dilibatkan dalam politik elektoral. Kecuali dia (Andika) pensiun seperti para jenderal lainnya yang sudah menempuh jalan sipil," Andi Arief kepada wartawan, dikutip Senin (20/6/2022).
Dalam akun Twitternya @Andiarief, dia mengaku tak mengerti maksud Ketum NasDem Surya Paloh dengan mengusung nama Jenderal yang masih aktif. "Bolehkan Pak Andika dipinang menjadi calon capres? Pasti boleh. Namun menggodanya berpolitik di saat menjadi Panglima TNI, saya tak mengerti maksud Pak Surya Paloh," cuit Andi Arief.
Selain itu, Andi Arief juga mempertanyakan NasDem yang tidak mengorbitkan bakal capres dari kalangan internal sendiri. "Apa yang kita tunggu? Yang ingin menjadi Capres yang mendeklarasikan dirinya dan bicara dalam forum-forum partai. Kemandirian bakal Capres dan kemandirian partai. Jangan ada King Maker di antara kita," ujar Andi Arief.
Baca Juga:Gerindra dan PKB Sepakat Kerja Sama Hadapi Pemilu 2024
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief, menilai nama Andika tidak seharusnya dimasukkan ke dalam politik elektoral. Terlebih, Andika saat ini masih aktif berdinas di TNI.
Baca Juga:Ogah Dukung Anies Baswedan Jadi Capres, PSI: Kami Anti Intoleransi
"Sebaiknya jenderal aktif jangan dilibatkan dalam politik elektoral. Kecuali dia (Andika) pensiun seperti para jenderal lainnya yang sudah menempuh jalan sipil," Andi Arief kepada wartawan, dikutip Senin (20/6/2022).
Dalam akun Twitternya @Andiarief, dia mengaku tak mengerti maksud Ketum NasDem Surya Paloh dengan mengusung nama Jenderal yang masih aktif. "Bolehkan Pak Andika dipinang menjadi calon capres? Pasti boleh. Namun menggodanya berpolitik di saat menjadi Panglima TNI, saya tak mengerti maksud Pak Surya Paloh," cuit Andi Arief.
Selain itu, Andi Arief juga mempertanyakan NasDem yang tidak mengorbitkan bakal capres dari kalangan internal sendiri. "Apa yang kita tunggu? Yang ingin menjadi Capres yang mendeklarasikan dirinya dan bicara dalam forum-forum partai. Kemandirian bakal Capres dan kemandirian partai. Jangan ada King Maker di antara kita," ujar Andi Arief.
Baca Juga:Gerindra dan PKB Sepakat Kerja Sama Hadapi Pemilu 2024