Ekowisata Sungai Citarik Bandung Olah Sampah Jadi Uang
Redaksi
Kamis, 23 Juni 2022 - 01:30 WIB
Pwserta workshop pengolahan sampah di sungai yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dan Satgas Citarum Harum (foto: istimewa)
Ekowisata Sungai Citarik yang ada di Desa Cibodas dan Desa Padamukti, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, selain menyuguhkan wisata alam, saat ini sedang belajar mengubah sampah jadi uang.
Sampah padat, sampah organik, dan air limbah diolah kembali sehingga tidak merusak lingkungan. Selain itu sampah tersebut juga membawa pendapatan dan membawa wisatawan.
Ketua Tim Sosial Ekowisata Sungai Citarik yang juga dosen Universitas Indonesia, Reni Suwarso menyampaikan masyarakat Sungai Citarik telah melakukan apa yang disebut ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular ini dipercaya dapat menyelesaikan masalah sampah dan pada saat yang sama membawa keuntungan ekonomi.
"Mereka banyak belajar, diantaranya dari pelatihan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat dan Satgas Citarum Harum juga dari workshop tanggal 21 Mei di Desa Padamukti dan 11 Juni di Desa Cibodas," kata Reni melalui keterangan tertulis, Rabu (22/6/2022).
Baca Juga:Empat Salah Kaprah soal Ekowisata, Pecinta Jalan-Jalan Wajib Tahu
Reni menjelaskan workshop ini merupakan rangkaian dari riset yang diprakarsai oleh Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Jenderal Ahmad Yani, dan Universitas Monash Australia. Riset ini juga didukung Pemerintah Jawa Barat dan Pemerintah Victoria Australia melalui dana VESKI ini memiliki 3 studi yakni sosial, bio-fisika, dan lingkungan.
"Persiapan sudah dimulai sejak sebelum COVID, tapi pertemuan tata muka baru dilakukan sejak akhir 2021 dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan konsultasi," kata Reni.
Sampah padat, sampah organik, dan air limbah diolah kembali sehingga tidak merusak lingkungan. Selain itu sampah tersebut juga membawa pendapatan dan membawa wisatawan.
Ketua Tim Sosial Ekowisata Sungai Citarik yang juga dosen Universitas Indonesia, Reni Suwarso menyampaikan masyarakat Sungai Citarik telah melakukan apa yang disebut ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular ini dipercaya dapat menyelesaikan masalah sampah dan pada saat yang sama membawa keuntungan ekonomi.
"Mereka banyak belajar, diantaranya dari pelatihan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat dan Satgas Citarum Harum juga dari workshop tanggal 21 Mei di Desa Padamukti dan 11 Juni di Desa Cibodas," kata Reni melalui keterangan tertulis, Rabu (22/6/2022).
Baca Juga:Empat Salah Kaprah soal Ekowisata, Pecinta Jalan-Jalan Wajib Tahu
Reni menjelaskan workshop ini merupakan rangkaian dari riset yang diprakarsai oleh Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Jenderal Ahmad Yani, dan Universitas Monash Australia. Riset ini juga didukung Pemerintah Jawa Barat dan Pemerintah Victoria Australia melalui dana VESKI ini memiliki 3 studi yakni sosial, bio-fisika, dan lingkungan.
"Persiapan sudah dimulai sejak sebelum COVID, tapi pertemuan tata muka baru dilakukan sejak akhir 2021 dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan konsultasi," kata Reni.