Tahap Pertama, Jateng Dijatah 1.500 Dosis Vaksin PMK
Arif purniawan
Kamis, 23 Juni 2022 - 07:46 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah mendapatkan kiriman 1.500 dosis vaksin penangkal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap pertama. Agenda waksinasi bakal dilakukan hari ini Kamis (23/6/2022).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng Agus Wariyanto mengatakan 1.500 vaksin itu kini disimpan di fasilitas cold storage dengan kapasitas 200 ribu-500 ribu dosis. Vaksin tersebut akan didistribusikan kepada kabupaten/kota yang sangat membutuhkan mulai Kamis (23/6).
“1.500 unit itu kan terbatas, ada perintah dari pusat (Kementan) yang terpenting dari tempat balai pembibitan dan sapi perah (dulu). itu tentu belum cukup, namun harus segera digunakan, sambil jalan,” kata Agus, dikutip Kamis (23/6/2022).
“Ini baru kita alokasikan, paling tidak besok kabupaten terpilih kita suruh ambil, karena tidak semuanya. Kita wanti-wanti segera, karena kan ini untuk pencegahan,” ujarnya lagi.
Baca juga:Hanya Dua Hewan Ini Boleh Dikurban secara Patungan
Terkait alasan pemilihan target vaksinasi sudah melalui kajian. Untuk sapi perah menjadi prioritas, karena PMK sangat berpengaruh pada produksi susu. Sementara, untuk sapi potong, sapi lokal atau peranakan ongole (PO), juga kerbau cenderung lebih kuat.
“Untuk bulan Agustus nanti vaksinasi massal akan digenjot,” ucap Agus.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng Agus Wariyanto mengatakan 1.500 vaksin itu kini disimpan di fasilitas cold storage dengan kapasitas 200 ribu-500 ribu dosis. Vaksin tersebut akan didistribusikan kepada kabupaten/kota yang sangat membutuhkan mulai Kamis (23/6).
“1.500 unit itu kan terbatas, ada perintah dari pusat (Kementan) yang terpenting dari tempat balai pembibitan dan sapi perah (dulu). itu tentu belum cukup, namun harus segera digunakan, sambil jalan,” kata Agus, dikutip Kamis (23/6/2022).
“Ini baru kita alokasikan, paling tidak besok kabupaten terpilih kita suruh ambil, karena tidak semuanya. Kita wanti-wanti segera, karena kan ini untuk pencegahan,” ujarnya lagi.
Baca juga:Hanya Dua Hewan Ini Boleh Dikurban secara Patungan
Terkait alasan pemilihan target vaksinasi sudah melalui kajian. Untuk sapi perah menjadi prioritas, karena PMK sangat berpengaruh pada produksi susu. Sementara, untuk sapi potong, sapi lokal atau peranakan ongole (PO), juga kerbau cenderung lebih kuat.
“Untuk bulan Agustus nanti vaksinasi massal akan digenjot,” ucap Agus.