home global news

Mahathir Klarifikasi Tak Bermaksud Dorong Malaysia Klaim Singapura dan Kepri

Kamis, 23 Juni 2022 - 19:14 WIB
Mahathir Mohamad (foto: AFP)
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, memberikan klarifikasi resmi setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sebelumnya dalam sebuah laporan yang ditayangkan Strait Times, Mahathir mengatakan, seharusnya Kepulauan Riau RI dan Singapura adalah wilayah Malaysia.

Pernyataan tersebut dia lontarkan saat berpidato pada Ahad (19/6/2022) saat membuka acara yang diselenggarakan organisasi non-pemerintah. Awalnya, dia membahas Singapura seharusnya dimiliki Johor. Dia berujar, seharusnya negara bagian Malaysia itu menuntut Singapura dikembalikan ke Malaysia.

“Namun, tidak ada tuntutan apapun dari Singapura. Sebaliknya, kami menunjukkan apresiasi kami kepada kepemimpinan negara baru bernama Singapura ini,” kata Mahathir.

Setelah itu, dia lalu menyinggung Sipadan dan Ligitan di Kalimantan yang dimenangkan oleh Malaysia dari Indonesia di Mahkamah Internasional (ICJ). Dia juga menyinggung langkah Malaysia menuntut Pulau Batu Puteh (Pedra Branca) dari Singapura.

Baca Juga:Dear Tun Mahathir, Tanah Melayu Bukan Hanya Milik Satu Negara Saja

“Seharusnya kita tidak hanya menuntut agar Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh, dikembalikan ke kita. Kita juga harus menuntut Singapura dan Kepulauan Riau, karena mereka adalah Tanah Melayu,” kata Mahathir.

Pernyataan Mahathir ini mengundang reaksi dari banyak pihak. Terutama dari masyarakat Indonesia. Banyak politisi yang meminta agar Mahathir menarik pernyataan tersebut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
malaysia indonesia-malaysia mahathir mohamad melayu
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya