Adab Haji Sederhana, Hindari Hal-Hal yang Merusaknya
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 24 Juni 2022 - 07:02 WIB
Seorang muslim yang menjalankan shalat di Masjidil Haram. Foto: Langit7/iStock.
Setiap umat Muslim yang berangkat menjadi tamu Allah ke Tanah Suci, berharap saat pulang ke Tanah Air menjadi haji mabrur. Menurut bahasa, haji mabrur berarti haji yang baik atau yang diterima oleh Allah SWT.
Sedangkan dilihat dari istilahnya, haji mabrur memiliki arti yang mendorong seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena itu, untuk dapat meraih kesempurnaanibadah haji, setiap jemaah calon haji penting untuk memperhatikan syarat, rukun, wajib dan adab pelaksanaan haji.
Baca juga: Banyak Jemaah Haji Hipertensi, Tim Kesehatan Diminta Lebih Peduli
Direktur Rumah Sehat (RS) Herba Center Ustadz Ahmad Fatahillah mengatakan adab pertama yang harus dijalankan jemaah adalah beribadah haji semata-mata karena Allah SWT, bukan karena yang lain.
"Kewajiban manusia kepada Allah SWT untuk melaksanakan haji ke Baitullah adalah orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana dan harus ditanamkan bahwa kita melaksanakannya lillah karena Allah. Makanya, panggilannya Labaik Allahuma Labaik," ujar Ustadz Fatahillah kepada Langit7, Kamis (23/6/2022).
Kemudian, menghindari hal-hal yang menyebabkan rusaknya ibadah haji. Menurut Ustadz Fatahillah, ketika seorang hamba berniat untuk menunaikan ibadah haji, maka niat tersebut harus selalu dijaga.
"Ketika Anda sudah niat untuk melakukan ibadah haji dan sedang melaksanakannya, janganlah dirusaki dengan melakukan hal yang merusaknya seperti berkata tidak baik atau jorok, berbuatmaksiat, dan bertengkar," imbuh Ustadz Fatahillah.
Sedangkan dilihat dari istilahnya, haji mabrur memiliki arti yang mendorong seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena itu, untuk dapat meraih kesempurnaanibadah haji, setiap jemaah calon haji penting untuk memperhatikan syarat, rukun, wajib dan adab pelaksanaan haji.
Baca juga: Banyak Jemaah Haji Hipertensi, Tim Kesehatan Diminta Lebih Peduli
Direktur Rumah Sehat (RS) Herba Center Ustadz Ahmad Fatahillah mengatakan adab pertama yang harus dijalankan jemaah adalah beribadah haji semata-mata karena Allah SWT, bukan karena yang lain.
"Kewajiban manusia kepada Allah SWT untuk melaksanakan haji ke Baitullah adalah orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana dan harus ditanamkan bahwa kita melaksanakannya lillah karena Allah. Makanya, panggilannya Labaik Allahuma Labaik," ujar Ustadz Fatahillah kepada Langit7, Kamis (23/6/2022).
Kemudian, menghindari hal-hal yang menyebabkan rusaknya ibadah haji. Menurut Ustadz Fatahillah, ketika seorang hamba berniat untuk menunaikan ibadah haji, maka niat tersebut harus selalu dijaga.
"Ketika Anda sudah niat untuk melakukan ibadah haji dan sedang melaksanakannya, janganlah dirusaki dengan melakukan hal yang merusaknya seperti berkata tidak baik atau jorok, berbuatmaksiat, dan bertengkar," imbuh Ustadz Fatahillah.