Rektor Moestopo: Aktivitas Positif Selama Pandemi Covid-19 Harus Terus Digali
Sofian dwi
Kamis, 05 Agustus 2021 - 23:36 WIB
Gedung Universitas Moestopo (foto: istimewa)
Masyarakat harus terus melakukan aktivitas yang melahirkan sisi-sisi positif selama pandemi Covid-19. Meski pandemi membuat masyarakat tertekan di berbagai sektor kehidupan.
Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Profesor Rudy Harjanto, mengatakan pandemi Covid-19 adalah krisis kesehatan global yang menumbuhkan kecemasan besar tentang berbagai masalah. Pandemi ini memberi pukulan telak, tapi di sisi lain juga menawarkan kesempatan besar terkait banyak hal untuk dimanfaatkan.
"Ubah pola pikir terkait 'work from home' menjadi kemudahan dan kesenangan," ujar Prof. Rudy dalam Konferensi Nasional Konsorsium Ilmu Sosial beberapa waktu lalu.
Prof. Rudy memaparkan solidaritas, kreativitas dan konektivitas bisa dikembangkan di tengah pandemi. Misalnya, di sela-sela keaktifan dalam kesibukan kerja yang berpola 'work from home', dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan anak-anak bahwa kesulitan dan kekecewaan adalah bagian hidup yang wajar dan diharapkan dapat diubah menjadi kemudahan dan kesenangan.
Menurut Prof. Rudy, aktivitas ini bisa memberi banyak efek positif. Tidak hanya memberi fleksibilitas waktu kerja, WFH juga menimbulkan kedekatan personal antar anggota keluarga.
Tidak hanya konektivitas antar anggota keluarga saja yang terjalin, komunikasi antar teman dan kenalan pun juga kembali terjalin di tengah pandemi.
"Termasuk membangun dan membentuk ikatan sosial dalam masa-masa sulit. Masa-masa sulit ini menawarkan kesempatan besar untuk ikatan sosial dan cara lain untuk berhubungan dan membantu orang lain, berbagi kebahagiaan dan kesejahteraan," jelas Prof. Rudy.
Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Profesor Rudy Harjanto, mengatakan pandemi Covid-19 adalah krisis kesehatan global yang menumbuhkan kecemasan besar tentang berbagai masalah. Pandemi ini memberi pukulan telak, tapi di sisi lain juga menawarkan kesempatan besar terkait banyak hal untuk dimanfaatkan.
"Ubah pola pikir terkait 'work from home' menjadi kemudahan dan kesenangan," ujar Prof. Rudy dalam Konferensi Nasional Konsorsium Ilmu Sosial beberapa waktu lalu.
Prof. Rudy memaparkan solidaritas, kreativitas dan konektivitas bisa dikembangkan di tengah pandemi. Misalnya, di sela-sela keaktifan dalam kesibukan kerja yang berpola 'work from home', dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan anak-anak bahwa kesulitan dan kekecewaan adalah bagian hidup yang wajar dan diharapkan dapat diubah menjadi kemudahan dan kesenangan.
Menurut Prof. Rudy, aktivitas ini bisa memberi banyak efek positif. Tidak hanya memberi fleksibilitas waktu kerja, WFH juga menimbulkan kedekatan personal antar anggota keluarga.
Tidak hanya konektivitas antar anggota keluarga saja yang terjalin, komunikasi antar teman dan kenalan pun juga kembali terjalin di tengah pandemi.
"Termasuk membangun dan membentuk ikatan sosial dalam masa-masa sulit. Masa-masa sulit ini menawarkan kesempatan besar untuk ikatan sosial dan cara lain untuk berhubungan dan membantu orang lain, berbagi kebahagiaan dan kesejahteraan," jelas Prof. Rudy.