Badan Konservasi Borobudur: Candi Borobudur Sering Kelebihan Kapasitas Pengunjung
Hasanah syakim
Selasa, 28 Juni 2022 - 16:41 WIB
Pengunjung Candi Borobudur (foto: kemenparekraf)
Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur akan menerapkan physical carrying capasity atau batas maksimal bagi wisatawan yang datang ke sebuah objek wisata.
Ketua Badan Konservasi Borobudur, Bramantara mengatakan masalah kelestarian Candi Borodubur menjadi salah satu alasan kenapa Candi Borobudur perlu menerapkan physical carrying capasity.
"Physical carrying capasitybiasanya digunakan untuk menentukan ambang batas terkait perubahan lingkungan dengan berbagai gangguan yang mungkin terjadi di sebuah destinasi wisata," katanya dikutip Selasa (28/6/2022).
Baca juga:Akulturasi Budaya jadi Daya Tarik Desa Wisata Pecinan Glodok
Menurut Bramantara, perhitungan physical carrying capacity atau daya tampung fisik Candi Borobudur sudah dimulai pada 2006, bahkan riset dan pengumpulan data sudah dilakukan sejak 2003 dan menjadi bagian dari rekomendasi hasil riset beberapa waktu lalu.
"Upaya pengaturan pengunjung dalam visitor management dengan juga merupakan salah satu rekomendasi dari hasil reaktif monitoring UNESCO tahun 2006. Esensi physical carrying capacity ini bukan hanya soal keterawatan saja, tetapi bagaimana penerapan ini dapat memperkuat dan meningkatkan experience pengunjung," ungkapnya.
Bramantara menjelaskan bahwa physical carrying capasitykemudian menjadi produk riset sesuai dengan rekomendasi UNESCO, sehingga physical carrying capasity diterapkan untuk mengatur jumlah pengunjung pada waktu tertentu dalam kurun waktu satu hari.
Ketua Badan Konservasi Borobudur, Bramantara mengatakan masalah kelestarian Candi Borodubur menjadi salah satu alasan kenapa Candi Borobudur perlu menerapkan physical carrying capasity.
"Physical carrying capasitybiasanya digunakan untuk menentukan ambang batas terkait perubahan lingkungan dengan berbagai gangguan yang mungkin terjadi di sebuah destinasi wisata," katanya dikutip Selasa (28/6/2022).
Baca juga:Akulturasi Budaya jadi Daya Tarik Desa Wisata Pecinan Glodok
Menurut Bramantara, perhitungan physical carrying capacity atau daya tampung fisik Candi Borobudur sudah dimulai pada 2006, bahkan riset dan pengumpulan data sudah dilakukan sejak 2003 dan menjadi bagian dari rekomendasi hasil riset beberapa waktu lalu.
"Upaya pengaturan pengunjung dalam visitor management dengan juga merupakan salah satu rekomendasi dari hasil reaktif monitoring UNESCO tahun 2006. Esensi physical carrying capacity ini bukan hanya soal keterawatan saja, tetapi bagaimana penerapan ini dapat memperkuat dan meningkatkan experience pengunjung," ungkapnya.
Bramantara menjelaskan bahwa physical carrying capasitykemudian menjadi produk riset sesuai dengan rekomendasi UNESCO, sehingga physical carrying capasity diterapkan untuk mengatur jumlah pengunjung pada waktu tertentu dalam kurun waktu satu hari.