Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home wisata halal detail berita

Badan Konservasi Borobudur: Candi Borobudur Sering Kelebihan Kapasitas Pengunjung

hasanah syakim Selasa, 28 Juni 2022 - 16:41 WIB
Badan Konservasi Borobudur: Candi Borobudur Sering Kelebihan Kapasitas Pengunjung
Pengunjung Candi Borobudur (foto: kemenparekraf)
LANGIT7.ID, Magelang - Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur akan menerapkan physical carrying capasity atau batas maksimal bagi wisatawan yang datang ke sebuah objek wisata.

Ketua Badan Konservasi Borobudur, Bramantara mengatakan masalah kelestarian Candi Borodubur menjadi salah satu alasan kenapa Candi Borobudur perlu menerapkan physical carrying capasity.

"Physical carrying capasitybiasanya digunakan untuk menentukan ambang batas terkait perubahan lingkungan dengan berbagai gangguan yang mungkin terjadi di sebuah destinasi wisata," katanya dikutip Selasa (28/6/2022).

Baca juga: Akulturasi Budaya jadi Daya Tarik Desa Wisata Pecinan Glodok

Menurut Bramantara, perhitungan physical carrying capacity atau daya tampung fisik Candi Borobudur sudah dimulai pada 2006, bahkan riset dan pengumpulan data sudah dilakukan sejak 2003 dan menjadi bagian dari rekomendasi hasil riset beberapa waktu lalu.

"Upaya pengaturan pengunjung dalam visitor management dengan juga merupakan salah satu rekomendasi dari hasil reaktif monitoring UNESCO tahun 2006. Esensi physical carrying capacity ini bukan hanya soal keterawatan saja, tetapi bagaimana penerapan ini dapat memperkuat dan meningkatkan experience pengunjung," ungkapnya.

Bramantara menjelaskan bahwa physical carrying capasity kemudian menjadi produk riset sesuai dengan rekomendasi UNESCO, sehingga physical carrying capasity diterapkan untuk mengatur jumlah pengunjung pada waktu tertentu dalam kurun waktu satu hari.

“Sebenarnya Candi Borobudur sudah ditetapkan batas maksimalnya, yaitu 1.259 orang per hari. Namun, apa yang terjadi di lapangan tidak demikian. Ketika peak season, seperti libur Lebaran, pernah mencapai 55 ribu pengunjung yang datang ke Candi Borobudur dalam waktu satu hari. Kami perkirakan separuh di antaranya naik ke atas candi. Dari perkiraan itu saja sudah dapat dipastikan bahwa Candi Borobudur sudah ‘kelebihan muatan’,” lanjut Bramantara.

Baca juga: Desa Wisata Dinilai Mampu Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi

Menurutnya, ada empat indikator dalam penerapan physical carrying capasity. Pertama adalah perhitungan pada luas area. Kedua, perhitungan jumlah kunjungan per hari dan per jam. Ketiga adalah lama kunjungan dan keempat adalah faktor rotasi pengunjung.

“Dalam konteks physical carrying capasity, pada akhirnya kami juga harus melakukan klasifikasi. Candi Borobudur merupakan tempat wisata edukasi, wisata bersejarah, dan menjadi tempat ritual keagamaan,” kata Bramantara.

Dengan demikian, penerapan physical carrying capacity memiliki urgensi yang jelas dalam konteks visitor management. Terlebih dalam konteks sustainable cultural tourism untuk mendukung aspek kelestarian yang juga dapat memberikan dampak kepada quality tourism.

“Tentunya penerapan physical carrying capacity ini tidak akan lepas dari bagaimana agar pengunjung candi bisa merasakan nilai universal luar biasa (OUV) dalam melakukan thematic tourism, yaitu mendapatkan nilai interpretasi yang mereka dapatkan dari pemandu,” ujarnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan