Emil Dardak: Penanganan PMK di Jawa Timur Berjalan Lancar
Muhajirin
Selasa, 05 Juli 2022 - 19:01 WIB
Plt Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (tengah) (Dok Humas Pemprov Jatim)
Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengaku fokus menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) selama menjadi Plt Gubernur Jatim sampai 23 Juli 2022. Salah satu langkah mempercepat mengatasi PMK adalah mempercepat vaksinasi.
Dia menjelaskan, di Jawa Timur ada sekitar 5 juta sapi daging dan 360 ribu sapi perah. Proses vaksinasi sudah mencapai 50%. Ada sekitar 184 ribu sapi perah sudah divaksin. Dia berharap proses vaksinasi itu sudah selesai sebelum hari Raya Idul Adha 1443 H.
“Kami vaksinasi sudah mencapai 50% lebh 180 ribu sejak tanggal 25 dan grafiknya semakin hari semakin meningkat,” kata Emil Dardak kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).
Baca Juga: Antisipasi Wabah PMK, MUI Sarankan Warga Sembelih Hewan Kurban di RPH
Selain vaksinasi, Emil juga mengatur lalu lintas hewan ternak, baik antar kabupaten maupun antarprovinsi. Setiap hewan harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan keterangan dari kabupaten yang menjadi destinasi.
“Nah, khusus Idul qurban,ada pemeriksaan antemortem. Antemortem ini paling cepat bisa dilakukan itu H-1 penyembelihan. Artinya, sampai sebelum penyembelihan masih bisa dilakukan pemeriksaan antemortem,” kata Emil.
Dia menjelaskan, di Jawa Timur ada sekitar 5 juta sapi daging dan 360 ribu sapi perah. Proses vaksinasi sudah mencapai 50%. Ada sekitar 184 ribu sapi perah sudah divaksin. Dia berharap proses vaksinasi itu sudah selesai sebelum hari Raya Idul Adha 1443 H.
“Kami vaksinasi sudah mencapai 50% lebh 180 ribu sejak tanggal 25 dan grafiknya semakin hari semakin meningkat,” kata Emil Dardak kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).
Baca Juga: Antisipasi Wabah PMK, MUI Sarankan Warga Sembelih Hewan Kurban di RPH
Selain vaksinasi, Emil juga mengatur lalu lintas hewan ternak, baik antar kabupaten maupun antarprovinsi. Setiap hewan harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan keterangan dari kabupaten yang menjadi destinasi.
“Nah, khusus Idul qurban,ada pemeriksaan antemortem. Antemortem ini paling cepat bisa dilakukan itu H-1 penyembelihan. Artinya, sampai sebelum penyembelihan masih bisa dilakukan pemeriksaan antemortem,” kata Emil.