Ada Cerita Ivermectin di Tengah Kegalauan Susi Pudjiastuti Terpapar Covid-19
Muhajirin
Kamis, 01 Juli 2021 - 08:54 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto: Instagram.com @susipudjiastuti
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbagi pengalaman sembuh dari virus asal Kota Wuhan, China, Covid-19. Dia mengaku mengonsumi ivermectin selama masa isolasi mandiri.
Susi terpapar wabah Covid-19 bersama delapan karyawannya. Perempuan eksentrik itu lantas memilih menjalani hari-hari menyendiri di kampung halamannya, Pangandaran.
Susi bercerita melalui akun media sosial Twitter @susipudjiastuti, sempat menghubungi Menteri BUMN Erick Thohir guna meminta pendapat terkait ivermectin. Rumah sakit khusus Covid-19 sudah penuh sehingga membuat Susi kesulitan. Dia akhirnya mencoba mengomsumsi ivermectin. Setelah itu, dia pun dinyatakan negatif dari Covid-19 setelah tujuh hari isolasi mandiri. Dia pun berharap ilmuwan dan dokter bisa melakukan riset terkait obat yang tepat untuk penyembuhan pasien Covid-19.
"Di tengah kegalauan, saya hubungi Pak Erick Thohir atas beberapa research dan artikel yang muncul di media tentang ivermectin. Saya coba menggabungkan sesuai dengan anjuran dokter yang ada di Pangandaran untuk isolasi menggunakan paracetamol, ivermectin, dan beberapa multivitamin," cerita Susi.
"Alhamdulillah saya tidak meyakinkan, karena saya juga bukan dokter. Tapi dalam keputusasaan dan kesulitan penuhnya rumah sakit, saya pikir apapun patut dicoba," ucapnya.
Terkait hal ini, Erick Tohir melaporkan kepada kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) produksi obat Ivermectin akan digenjot sampai 4,5 juta butir dalam waktu dekat. Tindakan tersebut untuk mengatasi ketersediaan obat terapi Covid-19 di Indonesia di tengah lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir.
Erick menekankan ketersediaan obat seperti ivermectin sangat dibutuhkan untuk saat ini. Selain Ivermectin, Erick memastikan ketersediaan obat-obat lain, seperti oseltamivir, favipiravir, hingga remdesivir juga masih cukup untuk masyarakat.
Susi terpapar wabah Covid-19 bersama delapan karyawannya. Perempuan eksentrik itu lantas memilih menjalani hari-hari menyendiri di kampung halamannya, Pangandaran.
Susi bercerita melalui akun media sosial Twitter @susipudjiastuti, sempat menghubungi Menteri BUMN Erick Thohir guna meminta pendapat terkait ivermectin. Rumah sakit khusus Covid-19 sudah penuh sehingga membuat Susi kesulitan. Dia akhirnya mencoba mengomsumsi ivermectin. Setelah itu, dia pun dinyatakan negatif dari Covid-19 setelah tujuh hari isolasi mandiri. Dia pun berharap ilmuwan dan dokter bisa melakukan riset terkait obat yang tepat untuk penyembuhan pasien Covid-19.
"Di tengah kegalauan, saya hubungi Pak Erick Thohir atas beberapa research dan artikel yang muncul di media tentang ivermectin. Saya coba menggabungkan sesuai dengan anjuran dokter yang ada di Pangandaran untuk isolasi menggunakan paracetamol, ivermectin, dan beberapa multivitamin," cerita Susi.
"Alhamdulillah saya tidak meyakinkan, karena saya juga bukan dokter. Tapi dalam keputusasaan dan kesulitan penuhnya rumah sakit, saya pikir apapun patut dicoba," ucapnya.
Terkait hal ini, Erick Tohir melaporkan kepada kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) produksi obat Ivermectin akan digenjot sampai 4,5 juta butir dalam waktu dekat. Tindakan tersebut untuk mengatasi ketersediaan obat terapi Covid-19 di Indonesia di tengah lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir.
Erick menekankan ketersediaan obat seperti ivermectin sangat dibutuhkan untuk saat ini. Selain Ivermectin, Erick memastikan ketersediaan obat-obat lain, seperti oseltamivir, favipiravir, hingga remdesivir juga masih cukup untuk masyarakat.