Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Ada Cerita Ivermectin di Tengah Kegalauan Susi Pudjiastuti Terpapar Covid-19

Muhajirin Kamis, 01 Juli 2021 - 08:54 WIB
Ada Cerita Ivermectin di Tengah Kegalauan Susi Pudjiastuti Terpapar Covid-19
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto: Instagram.com @susipudjiastuti
LANGIT7.ID, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbagi pengalaman sembuh dari virus asal Kota Wuhan, China, Covid-19. Dia mengaku mengonsumi ivermectin selama masa isolasi mandiri.

Susi terpapar wabah Covid-19 bersama delapan karyawannya. Perempuan eksentrik itu lantas memilih menjalani hari-hari menyendiri di kampung halamannya, Pangandaran.

Susi bercerita melalui akun media sosial Twitter @susipudjiastuti, sempat menghubungi Menteri BUMN Erick Thohir guna meminta pendapat terkait ivermectin. Rumah sakit khusus Covid-19 sudah penuh sehingga membuat Susi kesulitan. Dia akhirnya mencoba mengomsumsi ivermectin. Setelah itu, dia pun dinyatakan negatif dari Covid-19 setelah tujuh hari isolasi mandiri. Dia pun berharap ilmuwan dan dokter bisa melakukan riset terkait obat yang tepat untuk penyembuhan pasien Covid-19.

"Di tengah kegalauan, saya hubungi Pak Erick Thohir atas beberapa research dan artikel yang muncul di media tentang ivermectin. Saya coba menggabungkan sesuai dengan anjuran dokter yang ada di Pangandaran untuk isolasi menggunakan paracetamol, ivermectin, dan beberapa multivitamin," cerita Susi.

"Alhamdulillah saya tidak meyakinkan, karena saya juga bukan dokter. Tapi dalam keputusasaan dan kesulitan penuhnya rumah sakit, saya pikir apapun patut dicoba," ucapnya.

Terkait hal ini, Erick Tohir melaporkan kepada kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) produksi obat Ivermectin akan digenjot sampai 4,5 juta butir dalam waktu dekat. Tindakan tersebut untuk mengatasi ketersediaan obat terapi Covid-19 di Indonesia di tengah lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir.

Erick menekankan ketersediaan obat seperti ivermectin sangat dibutuhkan untuk saat ini. Selain Ivermectin, Erick memastikan ketersediaan obat-obat lain, seperti oseltamivir, favipiravir, hingga remdesivir juga masih cukup untuk masyarakat.

Sementara BPOM telah memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Ivermectin untuk penggunaan sebagai obat covid-19 pada Senin (28/5). Uji klinis akan dilakukan di delapan rumah sakit Jakarta.

Apa itu ivermectin?

Ivermectin sebenarnya hingga saat ini masih memegang izin edar sebagai obat infeksi cacingan. Itu artinya ivermectin adalah obat cacingan, bukan obat Covid-19. Hanya saja berdasarkan sejumlah data pendukung menunjukkan bahwa obat tersebut bisa digunakan sebagai obat penanggulangan corona.

Atas dasar itu BPOM memberikan PPUK untuk Ivermectin obat Covid-19. Artinya ivermectin belum bisa dikatakan sebagai obat corona, tapi obat yang menerima izin untuk dilakukan pengujian sebagai ‘calon’ Covid-19.

Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, mengungkap berdasarkan data epidemiologi dan publikasi global telah menunjukkan bahwa Ivermectin juga digunakan untuk penanggulangan corona. "Data-data epidemiologi dan juga publikasi global telah menunjukkan bahwa Ivermectin ini juga digunakan untuk penanggulangan Covid-19," kata Lukito dalam konferensi pers virtual, Senin (28/6/2021).

Penny lebih lanjut mengatakan uji klinis ini masih harus mengumpulkan data karena saat ini belum cukup untuk menunjang ivermectin akan digunakan sebagai obat Covid-19. "Saat ini belum konklusif untuk menunjang bahwa ini (ivermectin) untuk Covid-19 untuk itulah BPOM sejalan dengan rekomendasi WHO, memfasilitasi untuk segera mendukung pelaksanaan uji klinis," ucapnya.

Namun perlu dicatat, BPOM menegaskan bahwa Ivermectin merupakan obat keras dan penggunaannya harus dengan resep dokter. Masyarakat diimbau tidak membeli obat tersebut secara bebas maupun di toko online yang ilegal.

Dengan demikian, sampai saat ini BPOM baru memberikan izin edar untuk ivermectin sebagai indikasi infeksi cacingan yang diberikan dengan dosis-dosis tertentu, bukan sebagai obat corona. Terkait bisa atau tidak menjadi obat corona, hal itu masih menunggu hasil uji klinis. Jika hasilnya baik, obat tersebut bisa digunakan sebagai obat terapi corona.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)