Legalisasi Ganja untuk Medis di Indonesia, Apakah Memungkinkan?
Muhajirin
Rabu, 06 Juli 2022 - 20:35 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Pakar Herbal Universitas Gadjah Mada (UGM), Suwijiyo Pramono, mengungkapkan, ada tiga Jenis spesies tanaman ganja yang tumbuh di Indonesia.
Pertama, cannabis sativa L yang biasa disebut mariyuana biasa tumbuh di daerah beriklim panas, Termasuk di Indonesia. Kedua, cannabis indica Lam atau Hemp yang tumbuh di daerah empat muslim. Ketiga, cannabis ruderalis Janisch yang tidak begitu banyak dijamah karena ketersediaannya terbatas.
Ada sejumlah perbedaan antara hemp dan mariyuana. Dalam hemp mengandung THC lebih rendah dari mariyuana. Kandungan THC dalam Hemp kurang dari 0.3%, sedangkan mariyuana mengandung TCH lebih dari 20%. Tapi sebaliknya, hemp memiliki kandungan CBD yang lebih besar yakni lebih dari 20%, sementara mariyuana kurang dari 10%.
“Hemp merupakan ganja serta yang tidak mengakibatkan ketagihan. Sedangkan, mariyuana masuk dalam ganja narkotik/rekreasi yang menyebabkan ketagihan,” kata Suwijiyo dalam webinar Jalan Panjang Legalisasi Ganja Medis, Rabu (6/7/2022).
Baca Juga: Ganja Medis dalam Risalah Kedokteran Ibnu Sina
Pertama, cannabis sativa L yang biasa disebut mariyuana biasa tumbuh di daerah beriklim panas, Termasuk di Indonesia. Kedua, cannabis indica Lam atau Hemp yang tumbuh di daerah empat muslim. Ketiga, cannabis ruderalis Janisch yang tidak begitu banyak dijamah karena ketersediaannya terbatas.
Ada sejumlah perbedaan antara hemp dan mariyuana. Dalam hemp mengandung THC lebih rendah dari mariyuana. Kandungan THC dalam Hemp kurang dari 0.3%, sedangkan mariyuana mengandung TCH lebih dari 20%. Tapi sebaliknya, hemp memiliki kandungan CBD yang lebih besar yakni lebih dari 20%, sementara mariyuana kurang dari 10%.
“Hemp merupakan ganja serta yang tidak mengakibatkan ketagihan. Sedangkan, mariyuana masuk dalam ganja narkotik/rekreasi yang menyebabkan ketagihan,” kata Suwijiyo dalam webinar Jalan Panjang Legalisasi Ganja Medis, Rabu (6/7/2022).
Baca Juga: Ganja Medis dalam Risalah Kedokteran Ibnu Sina