Hari Tasyrik, Hari Makan-makan dan Perbanyak Dzikir
Muhajirin
Senin, 11 Juli 2022 - 09:36 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Tiga hari setelah hari nahr atau Idul Adha disebut dengan hari tasyrik. Hari ini jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Dalam bahasa Arab, tasyrik berarti menjemur. Nama tersebut diambil dari kebiasaan orang dulu yang mengawetkan daging dengan cara menjemur daging kurban pada 3 hari tersebut.
“Karena daging kurban itu surplus atau melimpah, maka perlu diawetkan. Orang kemudian mengawetkan daging itu dengan cara membuatnya menjadi dendeng. Daging dijemur dibawah terik matahari. Maka itulah, kegiatan selama hari-haro ini, disebut hari tasyrik,” kata pakar Fiqih Muamalah, Ustadz Aris Munandar di Yufid TV, dikutip Senin (11/7/2022).
Hari tasyrik merupakan hari untuk makan-makan. Tidak sekadar makan saja, tapi saling menebarkan kebahagian satu sama lain. Umat Islam pada hari ini bisa merasakan kelezatan daging kurban dengan berbagai macam masakan.
Baca Juga: 5 Amalan di Hari Tasyrik, Nomor 3 Sudah Jarang Terdengar Lagi
“Berkaitan dengan hari tasyrik, nabi katakan bahwa hari tasyrik adalah hari untuk makan dan banyak meningkatkan zikir,” kata Ustadz Aris Munandar.
Dalam bahasa Arab, tasyrik berarti menjemur. Nama tersebut diambil dari kebiasaan orang dulu yang mengawetkan daging dengan cara menjemur daging kurban pada 3 hari tersebut.
“Karena daging kurban itu surplus atau melimpah, maka perlu diawetkan. Orang kemudian mengawetkan daging itu dengan cara membuatnya menjadi dendeng. Daging dijemur dibawah terik matahari. Maka itulah, kegiatan selama hari-haro ini, disebut hari tasyrik,” kata pakar Fiqih Muamalah, Ustadz Aris Munandar di Yufid TV, dikutip Senin (11/7/2022).
Hari tasyrik merupakan hari untuk makan-makan. Tidak sekadar makan saja, tapi saling menebarkan kebahagian satu sama lain. Umat Islam pada hari ini bisa merasakan kelezatan daging kurban dengan berbagai macam masakan.
Baca Juga: 5 Amalan di Hari Tasyrik, Nomor 3 Sudah Jarang Terdengar Lagi
“Berkaitan dengan hari tasyrik, nabi katakan bahwa hari tasyrik adalah hari untuk makan dan banyak meningkatkan zikir,” kata Ustadz Aris Munandar.