Libur Idul Adha, Hunian Hotel di Cianjur Meningkat Hingga 65 Persen
Hasanah syakim
Senin, 11 Juli 2022 - 20:30 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Ketua perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Cianjur, Nano Indrapraja menyampaikan selama libur panjang dan Idul Adha 1443H tingkat hunian hotel mengalami peningkatan hingga 65 persen.
Menurut Nano, peningkatan 65 persen hunian hotel tersebut terjadi di akhir pekan, sedangkan di hari biasa mencapai 35 persen.
"Tingkat hunian hotel di Cianjur pada libur lebaran haji tahun ini alhamdulillah ada peningkatan kisaran 35 persen untuk weekdays, dan 65 persen untuk weekend,” katanya dikutip Senin (11/7/2022).
Baca juga:Rekomendasi 5 Tempat Belanja Oleh-oleh Haji Murah di Arab Saudi
Nano menjelaskan peningkatan tersebut karena momen libur lebaran dan tamu yang datang mayoritas dari wisatawan lokal seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Bekasi dan lainnya.
“Tamu yang masuk atau datang liburan ke hotel rata-rata dari lokalan, selain itu ada juga dari corporate (perusahaan, red) serta pemerintahan yang mulai melakukan kegiatan di hotel,” lanjutnya.
Kendati demikian, pihaknya meminta pemerintah harus lebih peka atau mengedepankan target wisata terlebih dahulu bukan pada target pendapatan pajak.
Menurut Nano, peningkatan 65 persen hunian hotel tersebut terjadi di akhir pekan, sedangkan di hari biasa mencapai 35 persen.
"Tingkat hunian hotel di Cianjur pada libur lebaran haji tahun ini alhamdulillah ada peningkatan kisaran 35 persen untuk weekdays, dan 65 persen untuk weekend,” katanya dikutip Senin (11/7/2022).
Baca juga:Rekomendasi 5 Tempat Belanja Oleh-oleh Haji Murah di Arab Saudi
Nano menjelaskan peningkatan tersebut karena momen libur lebaran dan tamu yang datang mayoritas dari wisatawan lokal seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Bekasi dan lainnya.
“Tamu yang masuk atau datang liburan ke hotel rata-rata dari lokalan, selain itu ada juga dari corporate (perusahaan, red) serta pemerintahan yang mulai melakukan kegiatan di hotel,” lanjutnya.
Kendati demikian, pihaknya meminta pemerintah harus lebih peka atau mengedepankan target wisata terlebih dahulu bukan pada target pendapatan pajak.