3 Alasan Elon Musk Batal Beli Twitter, Banyak Akun Bot hingga Saham Anjlok
Ummu hani
Senin, 11 Juli 2022 - 21:10 WIB
Bos Tesla, Elon Musk. (Foto: BBC)
Bos Tesla, Elon Musk membatalkan niatnya membeli Twitter senilai 44 miliar dolar atau Rp655 triliun (kurs Rp14.900). Hal ini disampaikan Musk melalui kuasa hukumnya dalam sebuah dokumen yang dikirimkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) alias SEC.
Dalam dokumen SEC, Elon Musk menilai media sosial berlogo "burung" itu melanggar sejumlah aturan ketika proses negosiasi berlangsung. Lantas, apa saja alasan lain yang membuat Musk membatalkan membeli Twitter?
Baca Juga:Batal Dibeli Elon Musk, Twitter Bakal Tempuh Jalur Hukum
1. Banyaknya Akun Bot dan Spam
Alasan utama pembatalan akuisisi Twitter oleh Elon Musk karena jumlah akun robot (bot) dan akun palsu (spam) di Twitter yang tak bisa diverifikasi. Twitter dan Musk berselisih soal data akun bot dan spam yang beredar di platform mikroblogging itu.
Twitter mengeklaim total akun bot atau spam yang beredar di platformnya hanya 5 persen dari total 226 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi (monetizable daily active user/mDAU). Namun, Musk meragukan data tersebut dan memprediksi total akun bot atay spam beredar mencapai 20 persen dari total pengguna.
Musk mengancam akan membatalkan proses akuisisi karena Twitter belum juga memberikan data sesuai permintaan Musk. Tim legal Musk menyebutkan bahwa Twitter juga mengabaikan dan menolak permintaan keterbukaan informasi bisnis Twitter yang diajukan Musk.
Dalam dokumen SEC, Elon Musk menilai media sosial berlogo "burung" itu melanggar sejumlah aturan ketika proses negosiasi berlangsung. Lantas, apa saja alasan lain yang membuat Musk membatalkan membeli Twitter?
Baca Juga:Batal Dibeli Elon Musk, Twitter Bakal Tempuh Jalur Hukum
1. Banyaknya Akun Bot dan Spam
Alasan utama pembatalan akuisisi Twitter oleh Elon Musk karena jumlah akun robot (bot) dan akun palsu (spam) di Twitter yang tak bisa diverifikasi. Twitter dan Musk berselisih soal data akun bot dan spam yang beredar di platform mikroblogging itu.
Twitter mengeklaim total akun bot atau spam yang beredar di platformnya hanya 5 persen dari total 226 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi (monetizable daily active user/mDAU). Namun, Musk meragukan data tersebut dan memprediksi total akun bot atay spam beredar mencapai 20 persen dari total pengguna.
Musk mengancam akan membatalkan proses akuisisi karena Twitter belum juga memberikan data sesuai permintaan Musk. Tim legal Musk menyebutkan bahwa Twitter juga mengabaikan dan menolak permintaan keterbukaan informasi bisnis Twitter yang diajukan Musk.