Selain Kartika Putri, Dua Artis Ini Juga Korban Mafia Tanah
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 13 Juli 2022 - 19:27 WIB
Kartika Putri. Foto: Instagram.
Keluarga artis peranKartika Putri menjadi korban mafia tanah dari beberapa orang yang bersekongkol. Hal tersebut diketahuinya setelah kepergian sang ibu, Masayu Puspita Diana Putri pada 10 Juli 2021 lalu.
Ketika itu, Kartika Putri dan kedua saudara kandungnya mendatangi kediaman sang ibu mengumpulkan pakaian almarhumah untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.
Namun, saat mereka memeriksa brankas sang ibu, mereka baru menyadari bahwa sertifikat aset senilai Rp10 miliar tidak ada di dalamnya. Usut punya usut ada pelaku yang mengambil surat tersebut.
Baca juga: Kartika Putri hingga Puput Melati, Ini 5 Artis yang Menikah dengan Ustadz
Dalam video unggahan di Instagram pribadi @kartikaputri, Kartika mengaku sudah memberikan waktu kepada pelaku menunjukkan letak sertifikat aset tersebut. Namun, permintaan tersebut tidak direspons positif, hingga berakhir pada pelaporan di Polres Bogor pada Rabu (13/7/2022).
"Sebenarnya aku sangat menyayangkan kalau ada pelaporan hari ini. Tapi terpaksa dilakukan demi kita menyelamatkan sertifikat tersebut, karena pemblokirannya sudah hampir 1 bulan. Kita sudah memberikan waktu untuk pelaku agar dapat memperbaiki kesalahan," ujar Kartika di kutip, Rabu (13/7/2022).
"Kita juga dengan baik-baik untuk mengajak musyawarah agar mereka dapat menunjukkan di mana sertifikatnya. Tetapi tidak ditanggapi dengan baik dan tidak direspon dengan positif oleh para oknum. Maka terpaksa kita harus laporkan," lanjut dia.
Ketika itu, Kartika Putri dan kedua saudara kandungnya mendatangi kediaman sang ibu mengumpulkan pakaian almarhumah untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.
Namun, saat mereka memeriksa brankas sang ibu, mereka baru menyadari bahwa sertifikat aset senilai Rp10 miliar tidak ada di dalamnya. Usut punya usut ada pelaku yang mengambil surat tersebut.
Baca juga: Kartika Putri hingga Puput Melati, Ini 5 Artis yang Menikah dengan Ustadz
Dalam video unggahan di Instagram pribadi @kartikaputri, Kartika mengaku sudah memberikan waktu kepada pelaku menunjukkan letak sertifikat aset tersebut. Namun, permintaan tersebut tidak direspons positif, hingga berakhir pada pelaporan di Polres Bogor pada Rabu (13/7/2022).
"Sebenarnya aku sangat menyayangkan kalau ada pelaporan hari ini. Tapi terpaksa dilakukan demi kita menyelamatkan sertifikat tersebut, karena pemblokirannya sudah hampir 1 bulan. Kita sudah memberikan waktu untuk pelaku agar dapat memperbaiki kesalahan," ujar Kartika di kutip, Rabu (13/7/2022).
"Kita juga dengan baik-baik untuk mengajak musyawarah agar mereka dapat menunjukkan di mana sertifikatnya. Tetapi tidak ditanggapi dengan baik dan tidak direspon dengan positif oleh para oknum. Maka terpaksa kita harus laporkan," lanjut dia.