Kisah Sumur Zamzam, Mata Air Suci Abadi sejak Zaman Nabi Ibrahim
Andi Muhammad
Kamis, 14 Juli 2022 - 23:29 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Kota Makkah dengan berbagai keindahannya menyimpan kisah sejarah-sejarah Islam di masa lalu, mulai dari Ka'bah hingga sumber mata air zamzam. Sejarah munculnya sumber mata air zamzam berawal dari kisah Siti Hajar yang merupakan istri kedua Nabi Ibrahim AS.
Kisah ini tertuang dalam surah Ibrahim ayat 37:
رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ ٣٧
“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
Baca Juga:5 Oleh-Oleh Haji Paling Diincar Tamu, Yuk Mulai Disiapkan
Kala itu, Makkah masih berupa gurun pasir yang tandus, jauh dari peradaban manusia. Menetaplah Siti Hajar di sana hingga perbekalan pun habis.
Siti Hajar lalu berusaha mencari pertolongan di daerah sekitar. Namun tidak ada satu orang pun, sampai tujuh kali bolak-balik bukit Safa-Marwah. Di mana sekarang menjadi salah satu wajib rukun Haji, yaitu sa'i
Kisah ini tertuang dalam surah Ibrahim ayat 37:
رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ ٣٧
“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
Baca Juga:5 Oleh-Oleh Haji Paling Diincar Tamu, Yuk Mulai Disiapkan
Kala itu, Makkah masih berupa gurun pasir yang tandus, jauh dari peradaban manusia. Menetaplah Siti Hajar di sana hingga perbekalan pun habis.
Siti Hajar lalu berusaha mencari pertolongan di daerah sekitar. Namun tidak ada satu orang pun, sampai tujuh kali bolak-balik bukit Safa-Marwah. Di mana sekarang menjadi salah satu wajib rukun Haji, yaitu sa'i