Cara Nabi Yusuf Tangani Krisis Pangan, Jawabannya Ada di Al Quran
Mahmuda attar hussein
Ahad, 17 Juli 2022 - 14:00 WIB
Cara Nabi Yusuf Tangani Krisis Pangan. (Foto: Istimewa).
Nabi Yusuf AS diberikan mukzizat oleh Allah SWT untuk menakwil mimpi. Dengan keahliannya itu, dia mampu memprediksi krisis pangan dan mengantisipasinya.
Ada cara Nabi Yusuf AS menangani kondisi tersebut. Kisah ini disebutkan dalam Al Quran surah Yusuf. Umat Islam bisa memetik hikmah agar tidak terjerat kesusahan imbas krisis pangan.
Masalah krisis pangan yang menjadi isu global saat ini sudah dijawab di Al Quran. Kitab suci tersebut merupakan petunjuk dari Allah SWT bagi seorang muslim.
Baca Juga:Harga Komoditas Terasa Naik, Krisis Pangan Kini di Depan Mata
Dalam surat Yusuf, mula-mula disebutkan, Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus. Lalu tujuh tangkai gandum hijau dan tujuh tangkai lainnya yang kering.
Mimpi itu pun ditakwil oleh Nabi Yusuf AS. Dia berkata dalam Al Quran surat Yusuf ayat 47 yang artinya: Dia (Yusuf) berkata, "Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan."
Mesir ketika itu mempersiapkan diri menghadapi masa paceklik selama tujuh tahun. Nabi Yusuf AS merencanakan strategis untuk membangun ketahanan pangan.
Ada cara Nabi Yusuf AS menangani kondisi tersebut. Kisah ini disebutkan dalam Al Quran surah Yusuf. Umat Islam bisa memetik hikmah agar tidak terjerat kesusahan imbas krisis pangan.
Masalah krisis pangan yang menjadi isu global saat ini sudah dijawab di Al Quran. Kitab suci tersebut merupakan petunjuk dari Allah SWT bagi seorang muslim.
Baca Juga:Harga Komoditas Terasa Naik, Krisis Pangan Kini di Depan Mata
Dalam surat Yusuf, mula-mula disebutkan, Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus. Lalu tujuh tangkai gandum hijau dan tujuh tangkai lainnya yang kering.
Mimpi itu pun ditakwil oleh Nabi Yusuf AS. Dia berkata dalam Al Quran surat Yusuf ayat 47 yang artinya: Dia (Yusuf) berkata, "Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan."
Mesir ketika itu mempersiapkan diri menghadapi masa paceklik selama tujuh tahun. Nabi Yusuf AS merencanakan strategis untuk membangun ketahanan pangan.