Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Cara Nabi Yusuf Tangani Krisis Pangan, Jawabannya Ada di Al Quran

mahmuda attar hussein Ahad, 17 Juli 2022 - 14:00 WIB
Cara Nabi Yusuf Tangani Krisis Pangan, Jawabannya Ada di Al Quran
Cara Nabi Yusuf Tangani Krisis Pangan. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Nabi Yusuf AS diberikan mukzizat oleh Allah SWT untuk menakwil mimpi. Dengan keahliannya itu, dia mampu memprediksi krisis pangan dan mengantisipasinya.

Ada cara Nabi Yusuf AS menangani kondisi tersebut. Kisah ini disebutkan dalam Al Quran surah Yusuf. Umat Islam bisa memetik hikmah agar tidak terjerat kesusahan imbas krisis pangan.

Masalah krisis pangan yang menjadi isu global saat ini sudah dijawab di Al Quran. Kitab suci tersebut merupakan petunjuk dari Allah SWT bagi seorang muslim.

Baca Juga: Harga Komoditas Terasa Naik, Krisis Pangan Kini di Depan Mata

Dalam surat Yusuf, mula-mula disebutkan, Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus. Lalu tujuh tangkai gandum hijau dan tujuh tangkai lainnya yang kering.

Mimpi itu pun ditakwil oleh Nabi Yusuf AS. Dia berkata dalam Al Quran surat Yusuf ayat 47 yang artinya: Dia (Yusuf) berkata, "Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan."

Mesir ketika itu mempersiapkan diri menghadapi masa paceklik selama tujuh tahun. Nabi Yusuf AS merencanakan strategis untuk membangun ketahanan pangan.

Melansir Strategi Ketahanan Pangan Nabi Yusuf dilansir Jurnal Tarjih, Raja Mesir diminta memerintahkan produksi massal gandum dan manajemen stok. Kemudian membudayakan hidup hemat dalam mengkonsumsi makanan.

Berkat cara yang disarankan Nabi Yusuf saat itu, Mesir tetap tenang menghadapi paceklik. Bahkan saat itu, Mesir menjadi pengekspor gandum untuk negeri-negeri perserikatan di sekitarnya.

Sebelumnya Isu krisis pangan menjadi salah satu pembahasan High Level Seminar G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali. Kondisi ini menyebabkan harga pangan global naik 20 persen.

Krisis pangan sudah mulai terasa, saat ini sejumlah harga komoditas naik. Banyak negara yang sudah merasakan dampak tersebut sekarang ini.

Pengamat dari Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada mengatakan, krisis pangan sudah ada ditandai dengan iklim yang tidak menentu, hujan ekstrem, bencana alam dan lain-lain.

Akibatnya petani gagal panen karena kebanjiran atau kekeringan dan gagal panen karena ledakan hama dan penyakit.

"Itu sebenarnya tanda-tanda krisis pangan. Jumlah penduduk terus naik, sementara pangan yang ada tidak seimbang dengan populasi manusia," katanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan