Kemenag Ungkap Penyebab Banyak Jemaah Haji Meninggal Karena Penyakit Jantung
Hasanah syakim
Senin, 18 Juli 2022 - 19:49 WIB
Pemakaman Baqi di Madinah. (Foto: Istimewa).
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana menyampaikan hingga Minggu, 17 Juli 2022 tercatat sebanyak 58 jemaah haji meninggal dunia dengan penyebab kematian terbanyak karena penyakit jantung.
Menurut Budi, jemaah haji yang wafat didominasi jenis kelamin laki-laki meski jemaah haji tahun ini lebih banyak perempuan, dan dari kelompok umur lebih banyak usia di bawah 60 tahun.
"Ada tiga faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah haji. Faktor pertama adalah adanya ancaman suhu dan kelembaban di Arab Saudi. Sementara ancaman kedua adalah adanya aktivitas yang berlebihan," ujar Budi dalam keterangannya Senin (18/7/2022).
Baca juga: Penuh Zamzam Kemasan, 297 Bagasi Jemaah Haji Indonesia Kembali ke Hotel
Budi menjelaskan, faktor kedua adalah adanya kerentanan kesehatan jemaah haji. Di mana jemaah haji indonesia didominasi oleh jemaah haji risiko tinggi karena faktor usia dan penyakit.
"Selain itu juga adanya kekambuhan penyakit yang dipicu oleh kelelahan dan kondisi fisik yang menurun. Serta faktor ketiga adalah kapasitas tenaga kesehatan, di mana antisipasi dan respon petugas kesehatan terhadap permasalahan kesehatan jemaah," terangnya.
Menurut Budi, dengan berbagai cara, angka kematian bisa dikendalikan, walaupun jemaah lansia, dan mempunyai komorbid. Dia menjelaskan, kerentanan kesehatan jemaah dapat diantisipasi melalui penguatan promosi kesehatan.
Menurut Budi, jemaah haji yang wafat didominasi jenis kelamin laki-laki meski jemaah haji tahun ini lebih banyak perempuan, dan dari kelompok umur lebih banyak usia di bawah 60 tahun.
"Ada tiga faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah haji. Faktor pertama adalah adanya ancaman suhu dan kelembaban di Arab Saudi. Sementara ancaman kedua adalah adanya aktivitas yang berlebihan," ujar Budi dalam keterangannya Senin (18/7/2022).
Baca juga: Penuh Zamzam Kemasan, 297 Bagasi Jemaah Haji Indonesia Kembali ke Hotel
Budi menjelaskan, faktor kedua adalah adanya kerentanan kesehatan jemaah haji. Di mana jemaah haji indonesia didominasi oleh jemaah haji risiko tinggi karena faktor usia dan penyakit.
"Selain itu juga adanya kekambuhan penyakit yang dipicu oleh kelelahan dan kondisi fisik yang menurun. Serta faktor ketiga adalah kapasitas tenaga kesehatan, di mana antisipasi dan respon petugas kesehatan terhadap permasalahan kesehatan jemaah," terangnya.
Menurut Budi, dengan berbagai cara, angka kematian bisa dikendalikan, walaupun jemaah lansia, dan mempunyai komorbid. Dia menjelaskan, kerentanan kesehatan jemaah dapat diantisipasi melalui penguatan promosi kesehatan.