alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Februari 2023
home global news detail berita

Kemenag Ungkap Penyebab Banyak Jemaah Haji Meninggal Karena Penyakit Jantung

hasanah syakim Senin, 18 Juli 2022 - 19:49 WIB
Kemenag Ungkap Penyebab Banyak Jemaah Haji Meninggal Karena Penyakit Jantung
Pemakaman Baqi di Madinah. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana menyampaikan hingga Minggu, 17 Juli 2022 tercatat sebanyak 58 jemaah haji meninggal dunia dengan penyebab kematian terbanyak karena penyakit jantung.

Menurut Budi, jemaah haji yang wafat didominasi jenis kelamin laki-laki meski jemaah haji tahun ini lebih banyak perempuan, dan dari kelompok umur lebih banyak usia di bawah 60 tahun.

"Ada tiga faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah haji. Faktor pertama adalah adanya ancaman suhu dan kelembaban di Arab Saudi. Sementara ancaman kedua adalah adanya aktivitas yang berlebihan," ujar Budi dalam keterangannya Senin (18/7/2022).

Baca juga: Penuh Zamzam Kemasan, 297 Bagasi Jemaah Haji Indonesia Kembali ke Hotel

Budi menjelaskan, faktor kedua adalah adanya kerentanan kesehatan jemaah haji. Di mana jemaah haji indonesia didominasi oleh jemaah haji risiko tinggi karena faktor usia dan penyakit.

"Selain itu juga adanya kekambuhan penyakit yang dipicu oleh kelelahan dan kondisi fisik yang menurun. Serta faktor ketiga adalah kapasitas tenaga kesehatan, di mana antisipasi dan respon petugas kesehatan terhadap permasalahan kesehatan jemaah," terangnya.

Menurut Budi, dengan berbagai cara, angka kematian bisa dikendalikan, walaupun jemaah lansia, dan mempunyai komorbid. Dia menjelaskan, kerentanan kesehatan jemaah dapat diantisipasi melalui penguatan promosi kesehatan.

"Berbagai upaya promosi kesehatan dilakukan tim, mulai dari kampanye #jangantungguhaus dari awal sebelum keberangkatan jemaah haji," katanya.

Selain itu juga seruan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri terutama saat keluar pondokan dan beribadah. Serta adanya kampanye untuk minum obat teratur bagi jemaah haji risti dan memiliki komorbid.

"Untuk menjaga jemaah tetap sehat dan mencegah atau memperburuk kekambuhan," ujarnya.

Dari sisi kapasitas tenaga kesehatan, dilakukan melalui penguatan formasi 30, di mana setiap 30 jemaah di masing masing kloter harus selalu didampingi oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter. Selain itu juga adanya screening atau pemeriksaan ulang serta kontrol rutin bagi jemaah haji risti di tiap tiap kloter.

Baca juga: Kisah Sumur Zamzam, Mata Air Suci Abadi sejak Zaman Nabi Ibrahim

Tak lupa, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama atas kerjasama yang baik di lapangan, sehingga penyelenggaraan kesehatan selama operasional haji berjalan dengan baik.

Selain itu pihaknya juga meminta agar kerjasama yang baik dapat terus terjalin sehingga angka kesakitan dan kematian jemaah dapat terus terjaga.

"Jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, ini sesuai dengan yang kami prediksikan. Mudah mudahan dengan kerjasama berbagai pihak angka 1 per mil bisa kita jaga," kata Budi.

Budi juga mengusulkan untuk rekomendasi kebijakan haji di tahun mendatang, perlu adanya rekomendasi dari Tenaga Kesehatan haji (TKH) Kloter bagi jemaah yang akan menjalankan ibadah sunnah.

''Jika dimungkinkan ke depannya, untuk ritual ibadah sunnah, para KBIH membawa jemaah konsul dulu ke dokter kloter untuk mendapatkan izin. Sehingga betul-betul jemaah sehat yang bisa lakukan ibadah sunnah,'' ucapnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Februari 2023
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
12:10
Ashar
15:27
Maghrib
18:20
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan