Pusat Kesehatan Haji Kawal Jamaah Haji dengan Risiko Tinggi
Hasanah syakim
Kamis, 21 Juli 2022 - 09:35 WIB
Petugas kesehatan haji selalu mendampingi setiap kloter jamaah haji asal Indonesia (foto: Kemenag/ Sophan wahyudi)
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana mengatakan pihaknya menyiapkan berbagai upaya mitigasi untuk mengawal kondisi kesehatan jamaah haji gelombang kedua di Madinah.
Menurut Budi, mulai Kamis (21/7/) sebanyak 125 kloter jamaah haji Indonesia gelombang kedua akan mulai bergeser ke Madinah. Di mana jemaah akan melaksanakan ibadah sunnah Arbain, yaitu sholat 40 waktu di Masjid Nabawi dan berziarah di Madinah.
“Fokus kami tetap pada upaya mengawal jamaah haji risiko tinggi (risti), tidak boleh lengah meskipun puncak haji sudah selesai” ujar Budi dikutip Kamis (21/7/2022).
Hingga hari ke 47 operasional haji, sebanyak 64 jemaah meninggal dunia yang didominasi karena sakit jantung. Sementara posisi pasien rawat jalan terbanyak didominasi batuk pilek, serta hipertensi.
Baca juga:58 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia, Ini Keutamaan Wafat di Tanah Suci
“Upaya promosi kesehatan akan kami gencarkan, dengan pesan pesan spesifik sampai upaya deteksi dini. Upaya pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah juga akan diprioritaskan bagi jamaah haji risiko tinggi dengan mendekatkan pelayanan ke sektor," katanya.
Menurutnya, hal tersebut bertujuan memastikan jamaah haji tetap dalam keadaan terkontrol komorbidnya, lewat pemeriksaan rutin dengan dokter spesialis di KKHI yang akan diturunkan ke kloter untuk visitasi agar jamaah haji risti dapat melakukan konsultasi.
Menurut Budi, mulai Kamis (21/7/) sebanyak 125 kloter jamaah haji Indonesia gelombang kedua akan mulai bergeser ke Madinah. Di mana jemaah akan melaksanakan ibadah sunnah Arbain, yaitu sholat 40 waktu di Masjid Nabawi dan berziarah di Madinah.
“Fokus kami tetap pada upaya mengawal jamaah haji risiko tinggi (risti), tidak boleh lengah meskipun puncak haji sudah selesai” ujar Budi dikutip Kamis (21/7/2022).
Hingga hari ke 47 operasional haji, sebanyak 64 jemaah meninggal dunia yang didominasi karena sakit jantung. Sementara posisi pasien rawat jalan terbanyak didominasi batuk pilek, serta hipertensi.
Baca juga:58 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia, Ini Keutamaan Wafat di Tanah Suci
“Upaya promosi kesehatan akan kami gencarkan, dengan pesan pesan spesifik sampai upaya deteksi dini. Upaya pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah juga akan diprioritaskan bagi jamaah haji risiko tinggi dengan mendekatkan pelayanan ke sektor," katanya.
Menurutnya, hal tersebut bertujuan memastikan jamaah haji tetap dalam keadaan terkontrol komorbidnya, lewat pemeriksaan rutin dengan dokter spesialis di KKHI yang akan diturunkan ke kloter untuk visitasi agar jamaah haji risti dapat melakukan konsultasi.