Riasan Syar'i: Sempat Dicibir karena Tanpa Bulu Mata Palsu dan Cukur Alis
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 21 Juli 2022 - 19:33 WIB
Contoh riasan syari dari Ayundari yang tidak menggunakan bulu mata palsu dan mencukur alis. Foto: Instagram/ayundariresya.
Riasan syar'i merupakan istilah untuk berdandan sesuai aturan Islam. Salah satu contoh aturannya yakni tidak dianjurkan untuk memakai bulu mata palsu dan mencukur atau mencabut alis.
“Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya, wanita pembuat tato dan yang bertato.” (HR. Bukhari No. 5589 dan 5602).
Menurut MUA Syar'i Ayundari Resya Syahtia tidak ada alasan pembenaran dalam menerapkan hadist tersebut. Walaupun pemakaian hanya sebentar dan hanya ditempel tetap dikatakan haram.
Baca juga: Cari Keberkahan Hidup, Ayundari Hijrah Jadi MUA Syar'i
Kemudian, dalam berbusana dan riasan wajah, Ayundari selalu menerapkan tidak tabarruj atau berlebihan. Maka itu, seluruh hasil riasan Ayundari terlihat natural dan memancarkan aura kelembutan.
"Banyak sekali aturan-aturan syari dalam berhias dan berbusana. Saya mungkin masih banyak kekurangan dalam penerapan syariat, tapi setidaknya dua hal yang krusial tersebut sudah saya stop semenjak 2 tahun lalu," ujar Ayundari kepada Langit7, Kamis (21/7/2022).
"Dan saya juga yakin masyarakat bisa teredukasi dengan baik ketika kita menyelipkan dakwah sedikit demi sedikit agar tidak kaget," lanjut dia.
“Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya, wanita pembuat tato dan yang bertato.” (HR. Bukhari No. 5589 dan 5602).
Menurut MUA Syar'i Ayundari Resya Syahtia tidak ada alasan pembenaran dalam menerapkan hadist tersebut. Walaupun pemakaian hanya sebentar dan hanya ditempel tetap dikatakan haram.
Baca juga: Cari Keberkahan Hidup, Ayundari Hijrah Jadi MUA Syar'i
Kemudian, dalam berbusana dan riasan wajah, Ayundari selalu menerapkan tidak tabarruj atau berlebihan. Maka itu, seluruh hasil riasan Ayundari terlihat natural dan memancarkan aura kelembutan.
"Banyak sekali aturan-aturan syari dalam berhias dan berbusana. Saya mungkin masih banyak kekurangan dalam penerapan syariat, tapi setidaknya dua hal yang krusial tersebut sudah saya stop semenjak 2 tahun lalu," ujar Ayundari kepada Langit7, Kamis (21/7/2022).
"Dan saya juga yakin masyarakat bisa teredukasi dengan baik ketika kita menyelipkan dakwah sedikit demi sedikit agar tidak kaget," lanjut dia.