4 Ciri Amal Ibadah Diterima Allah, Nomor 3 Dilembutkan Hatinya
Andi Muhammad
Jum'at, 22 Juli 2022 - 16:46 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Allah SWT menciptakan seluruh mahkluk hidup dengan tujuan agar beribadah kepada-Nya. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang sempurna wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan syariat agar amalan tersebut diterima Sang Khaliq. Sebagaimana firman Allah dalam surat Az Zariyat ayat 56-58:
يقول الله عز وجل: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ * مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ * إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.”
Sejatinya, beribadah harus didasari dengan niat dan hati yang tulus karena Allah SWT, agar amalan yang kita lakukan diterima Allah. Selain berharap diterima sebagai amalan, tentunya sebagai hamba Allah kita pun mengharapkan pahala dan rahmat yang besar sebagai syarat masuk ke surganyaAllah.
Baca Juga:Tafsir Surat Yunus Ayat 44: Manusia Zalim terhadap Diri Sendiri
Amalan-amalan ibadah yang tidak diterima Allah diakibatkan faktor dari hamba-Nya sendiri. Salat merupakan salah satu bentuk ibadah wajib yang harus dijalankan tepat waktu. Syarat utama diterimanya salat adalah berwudu, jika wudu yang dilakukan tidak sempurna, maka salatnya pun tidak sah atau sia-sia.
Berikut ciri-ciri amal ibadah diterima Allah:
يقول الله عز وجل: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ * مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ * إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.”
Sejatinya, beribadah harus didasari dengan niat dan hati yang tulus karena Allah SWT, agar amalan yang kita lakukan diterima Allah. Selain berharap diterima sebagai amalan, tentunya sebagai hamba Allah kita pun mengharapkan pahala dan rahmat yang besar sebagai syarat masuk ke surganyaAllah.
Baca Juga:Tafsir Surat Yunus Ayat 44: Manusia Zalim terhadap Diri Sendiri
Amalan-amalan ibadah yang tidak diterima Allah diakibatkan faktor dari hamba-Nya sendiri. Salat merupakan salah satu bentuk ibadah wajib yang harus dijalankan tepat waktu. Syarat utama diterimanya salat adalah berwudu, jika wudu yang dilakukan tidak sempurna, maka salatnya pun tidak sah atau sia-sia.
Berikut ciri-ciri amal ibadah diterima Allah: