LANGIT7.ID, Jakarta - Allah SWT menciptakan seluruh mahkluk hidup dengan tujuan agar beribadah kepada-Nya. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang sempurna wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan syariat agar amalan tersebut diterima Sang Khaliq. Sebagaimana firman Allah dalam surat Az Zariyat ayat 56-58:
يقول الله عز وجل: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ * مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ * إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.”
Sejatinya, beribadah harus didasari dengan niat dan hati yang tulus karena Allah SWT, agar amalan yang kita lakukan diterima Allah. Selain berharap diterima sebagai amalan, tentunya sebagai hamba Allah kita pun mengharapkan pahala dan rahmat yang besar sebagai syarat masuk ke surganya Allah.
Baca Juga: Tafsir Surat Yunus Ayat 44: Manusia Zalim terhadap Diri SendiriAmalan-amalan ibadah yang tidak diterima Allah diakibatkan faktor dari hamba-Nya sendiri. Salat merupakan salah satu bentuk ibadah wajib yang harus dijalankan tepat waktu. Syarat utama diterimanya salat adalah berwudu, jika wudu yang dilakukan tidak sempurna, maka salatnya pun tidak sah atau sia-sia.
Berikut ciri-ciri amal ibadah diterima Allah:
1. Hati menjadi tenangCiri paling utama amal ibadah kita diterima Allah dengan hadirnya ketenangan hati sesuai melaksanakan ibadah. Hal ini disampaikan oleh Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari dalam Al-Ḫikam:
مَنْ وَجَدَ ثَمْرَةَ عَمَلِهِ عَاجِلاً فَهُوَ دَلِيْلٌ عَلَى وُجُوْدِ الْقَبُوْلِ
Artinya: Siapa yang memetik buah dari amalnya seketika di dunia, maka itu menunjukkan Allah menerima amal ibadahnya.
2. Dijauhkan dari sifat keji dan munkarSalat lima waktu merupakan ibadah fardu yang tidak boleh ditinggalkan, apabila ditinggalkan maka akan mendapatkan dosa karena melalaikan kewajiban. Salat fardhu juga berperan sebagai tiang agama. apabila tiang agama telah kita dirikan dengan baik, Insya Allah hidup kita akan dijauhi dari sifat keji dan munkar.
Hal ini tertuang dalam Al-Qur'an surat Al-‘Ankabut Ayat 45, Allah berfirman:
Baca Juga: Hukum Tinggalkan Shalat Jumat, Awas Dianggap Murtad ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
3. Lembut hatinyaTanda paling mutlak terlihat bahwa amal ibadah yang dilakukan seorang muslim benar-benar diterima Allah SWT adalah dilembutkan hatinya. Halus lembut hatinya memiliki makna seorang hamba dalam tutur kata, pola tingkah laku mencerminkan suara hati. Tutur katanya mengandung nasehat menyejukkan hati yang diajak bicara tidak mudah menyakiti hati.
4. Doanya mudah terkabulkanSelain terdapat waktu-waktu mustajab untuk berdoa, seorang muslim yang taat ibadah dan diterima amalannya, maka Allah akan mengabulkan apa yang diminta hamba-Nya sebagai ganjaran atas amalan-amalan saleh yang dikerjakan.
Baca Juga: Masjid Makki di Inggris Buka Pintu Lindungi Warga dari Panas Ekstrem(zhd)