Jangan Iri dengan Rezeki Pelaku Maksiat, Ini Disebut Istidraj
Mahmuda attar hussein
Ahad, 24 Juli 2022 - 15:00 WIB
Ilustrasi orang kaya karena mendapat rezeki dari Allah SWT. (Foto: Pixabay).
Seorang muslim tidak boleh iri dengan pelaku maksiat yang mendapat rezeki. Sebab Allah SWT telah menyiapkan ancaman khusus bagi mereka yang enggan bertaubat.
Penceramah, Ustadz Felix Siauw menjelaskan, istilah ini disebut sebagai istidraj. Biarpun mendapat kelimpahan rezeki, orang-orang ini tidak sadar sedang terlena melakukan perbuatan maksiat.
"Konsep istidraj adalah Allah SWT membiarkan orang mengira bahwa mereka baik-baik saja," kata dia dalam penggalan ceramahnya, Ahad (24/7/2022).
Baca Juga: Rajin Ibadah Rezeki Malah Seret, Ini Kata Habib Novel
Celakanya, lanjut dia, manusia yang sering melakukan maksiat ini justru menyangka bahwa dia sedang berbuat baik. Perbuatan maksiat kadang dianggap sepele, dan tidak ada rasa bersalah.
"Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah." (HR. Ahmad).
"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa." (QS. Al-An'am ayat 44).
Penceramah, Ustadz Felix Siauw menjelaskan, istilah ini disebut sebagai istidraj. Biarpun mendapat kelimpahan rezeki, orang-orang ini tidak sadar sedang terlena melakukan perbuatan maksiat.
"Konsep istidraj adalah Allah SWT membiarkan orang mengira bahwa mereka baik-baik saja," kata dia dalam penggalan ceramahnya, Ahad (24/7/2022).
Baca Juga: Rajin Ibadah Rezeki Malah Seret, Ini Kata Habib Novel
Celakanya, lanjut dia, manusia yang sering melakukan maksiat ini justru menyangka bahwa dia sedang berbuat baik. Perbuatan maksiat kadang dianggap sepele, dan tidak ada rasa bersalah.
"Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah." (HR. Ahmad).
"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa." (QS. Al-An'am ayat 44).