Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 13 Maret 2026
home global news detail berita

Jangan Iri dengan Rezeki Pelaku Maksiat, Ini Disebut Istidraj

mahmuda attar hussein Ahad, 24 Juli 2022 - 15:00 WIB
Jangan Iri dengan Rezeki Pelaku Maksiat, Ini Disebut Istidraj
Ilustrasi orang kaya karena mendapat rezeki dari Allah SWT. (Foto: Pixabay).
LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang muslim tidak boleh iri dengan pelaku maksiat yang mendapat rezeki. Sebab Allah SWT telah menyiapkan ancaman khusus bagi mereka yang enggan bertaubat.

Penceramah, Ustadz Felix Siauw menjelaskan, istilah ini disebut sebagai istidraj. Biarpun mendapat kelimpahan rezeki, orang-orang ini tidak sadar sedang terlena melakukan perbuatan maksiat.
Jangan Iri dengan Rezeki Pelaku Maksiat, Ini Disebut Istidraj
"Konsep istidraj adalah Allah SWT membiarkan orang mengira bahwa mereka baik-baik saja," kata dia dalam penggalan ceramahnya, Ahad (24/7/2022).

Baca Juga: Rajin Ibadah Rezeki Malah Seret, Ini Kata Habib Novel

Celakanya, lanjut dia, manusia yang sering melakukan maksiat ini justru menyangka bahwa dia sedang berbuat baik. Perbuatan maksiat kadang dianggap sepele, dan tidak ada rasa bersalah.

"Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah." (HR. Ahmad).

"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa." (QS. Al-An'am ayat 44).

Adapun ciri dari istidraj yakni diberikan ketenangan dalam hidup, baik rezeki, kesehatan, dan hal duniawi yang diinginkannya. Sementara dirinya tidak lepas dari perbuatan maksiat.

Sesungguhnya, kelancaran rezeki yang diterimanya itu adalah bagian dari ujian Allah SWT. Diharapkan umat Islam tidak terlena dan bisa bermuhasabah terkait nikmat hidup yang didapatkannya.

"Siksaan terbesar menurut para ulama yaitu bukan ketika Allah menegur hamba-Nya melalui sebuah ujian, melainkan Dia membiarkan manusia tetap dalam kezalimannya," tambah ustadz keturunan Tionghoa ini.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 13 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:06
Ashar
15:11
Maghrib
18:10
Isya
19:18
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)