Ivermectin, Obat Cacing yang Digunakan untuk Sembuhkan Covid-19
Muhajirin
Kamis, 01 Juli 2021 - 14:46 WIB
Vaksin Covid-19 kepada warga di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, di atas kapal nelayan, Selasa (29/6/2021). Foto: Antara/Abriawan Abhe/NZ
Beberapa hari belakangan penggunaan ivermectin yang diduga bisa menyembuhkan Covid-19 ramai diperbincangkan. Pro dan kontra pun mewarnai kehabsahan obat ini untuk mengobati salah satu jenis virus corona ini.
Ivermectin selama ini mendapatkan izin edar sebagai obat infeksi cacingan. Namun berdasarkan sejumlah data pendukung yang ada menunjukkan bahwa selain sebagai obat infeksi cacing, obat Ivermectin juga dapat digunakan sebagai obat penanggulangan Covid-19.
Obat ini juga diduga memiliki efek antiradang dan kemampuan untuk menghambat protein khusus yang diperlukan virus untuk menyerang tubuh. Saat ini, efektivitas dan keamanan ivermectin untuk mengobati Covid-19 masih terus diteliti. Oleh karena itu, obat tersebut tidak boleh digunakan tanpa pengawasan dan persetujuan dokter.
Dikutip alodokter.com,ivermectin dapat menimbulkan beberapa efek samping layaknya obat-obat lain, terutama jika digunakan secara tidak tepat atau dengan dosis yang tidak sesuai. Berikut ini adalah beberapa efek samping obat ivermectin yang bisa muncul ruam kulit, gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Bahkan beberapa kasus menunjukkan pembengkakkan pada wajah, pusing, kejang, penurunan tekanan darah, dan gangguan saraf
Setelah menjadi polemik publik terkait penggunaan obat cacing ivermectin sebagai salah satu obat rujukan bagi penderita Covid-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memberikan lampu hijau. Ivermectin pun menyandang predikat sebagai obat Covid-19. BPOM memberikan izin pelaksanaan uji klinis bagi obat tersebut.
BPOM memberi izin persetujuan pelaksanaan uji klinis (PPUK) terhadap Ivermectin. "Dengan penyerahan PPUK ini, uji klinik terhadap obat Ivermectin sebagai obat covid-19 bisa segera dilakukan," ujar Penny K Lukito, Kepala BPOM dalam konferensi pers virtual yang disiarkan lewat kanal Youtube KompasTV, Senin (28/6/2021).
Ivermectin selama ini mendapatkan izin edar sebagai obat infeksi cacingan. Namun berdasarkan sejumlah data pendukung yang ada menunjukkan bahwa selain sebagai obat infeksi cacing, obat Ivermectin juga dapat digunakan sebagai obat penanggulangan Covid-19.
Obat ini juga diduga memiliki efek antiradang dan kemampuan untuk menghambat protein khusus yang diperlukan virus untuk menyerang tubuh. Saat ini, efektivitas dan keamanan ivermectin untuk mengobati Covid-19 masih terus diteliti. Oleh karena itu, obat tersebut tidak boleh digunakan tanpa pengawasan dan persetujuan dokter.
Dikutip alodokter.com,ivermectin dapat menimbulkan beberapa efek samping layaknya obat-obat lain, terutama jika digunakan secara tidak tepat atau dengan dosis yang tidak sesuai. Berikut ini adalah beberapa efek samping obat ivermectin yang bisa muncul ruam kulit, gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Bahkan beberapa kasus menunjukkan pembengkakkan pada wajah, pusing, kejang, penurunan tekanan darah, dan gangguan saraf
Setelah menjadi polemik publik terkait penggunaan obat cacing ivermectin sebagai salah satu obat rujukan bagi penderita Covid-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memberikan lampu hijau. Ivermectin pun menyandang predikat sebagai obat Covid-19. BPOM memberikan izin pelaksanaan uji klinis bagi obat tersebut.
BPOM memberi izin persetujuan pelaksanaan uji klinis (PPUK) terhadap Ivermectin. "Dengan penyerahan PPUK ini, uji klinik terhadap obat Ivermectin sebagai obat covid-19 bisa segera dilakukan," ujar Penny K Lukito, Kepala BPOM dalam konferensi pers virtual yang disiarkan lewat kanal Youtube KompasTV, Senin (28/6/2021).
(asf)