Kisah Mendiang Ali Banat, Miliuner Muslim yang Bersedekah Hingga Tutup Usia
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 29 Juli 2022 - 15:10 WIB
Mendiang Ali Banat. Foto: Istimewa.
Ali Banat adalah pengusaha sukses dari Sydney kelahiran Australia, 28 November 1985. Pria Muslim yang terkenal dermawan ini didiagnosa menderita karsinona kistik adenoid, kanker stadium 4 pada tahun 2015 dan meninggal pada 29 Mei 2018.
Ali menderita penyakit langka yang menyerang organ-organ penting yang belum ada obatnya. Sejak didiagnosa, menurut ahli medis, usianya hanya bisa bertahan selama 7 bulan. Namun Allah berkehendak lain, Ali mampu bertahan selama tiga tahun.
Usai mengetahui fakta bahwa umurnya tidak lama, Ali menerimanya dengan ikhlas dan mulai meninggalkangaya hidup mewahnya. Semua dilakukan pengusaha dari Sydney ini agar lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Baca juga: Keistimewaan Sedekah Subuh di Hari Jumat, Waktu Terbaik Beramal
"Pada titik ini dalam hidup saya, Alhamdulillah oleh Allah, saya dikaruniai kanker di seluruh tubuh saya dan ini mengubah seluruh hidup saya untuk membantu orang. Alhamdulillah, itu adalah anugerah karena Allah telah memberi saya kesempatan untuk berubah," ujar Ali dalam wawancaranya di kanal YouTube OnePath Network dikutip, Jumat (29/7/2022).
Sebelumnya Ali dikenal kerap menjalani kehidupan mewah dari keberhasilan dua bisnisnya. Saat itu Ali kurang memperhatikan agama. Namun, setelah diagnosa penyakit langka di tubuhnya, Ali pun mengubah perspektif, nilai, dan prioritasnya.
Dia pun mulai menyingkirkan barang-barang berharga seperti mobil Ferrari Spider 600.000 dolar AS atau sekitar Rp8,8 miliar, gelang berharga 60.000 dolar AS atau Rp890 juta, sepatu Louis Vuitton 13.000 dolar AS atau setara dengan Rp192 juta dan barang-barang lainnya.
Ali menderita penyakit langka yang menyerang organ-organ penting yang belum ada obatnya. Sejak didiagnosa, menurut ahli medis, usianya hanya bisa bertahan selama 7 bulan. Namun Allah berkehendak lain, Ali mampu bertahan selama tiga tahun.
Usai mengetahui fakta bahwa umurnya tidak lama, Ali menerimanya dengan ikhlas dan mulai meninggalkangaya hidup mewahnya. Semua dilakukan pengusaha dari Sydney ini agar lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Baca juga: Keistimewaan Sedekah Subuh di Hari Jumat, Waktu Terbaik Beramal
"Pada titik ini dalam hidup saya, Alhamdulillah oleh Allah, saya dikaruniai kanker di seluruh tubuh saya dan ini mengubah seluruh hidup saya untuk membantu orang. Alhamdulillah, itu adalah anugerah karena Allah telah memberi saya kesempatan untuk berubah," ujar Ali dalam wawancaranya di kanal YouTube OnePath Network dikutip, Jumat (29/7/2022).
Sebelumnya Ali dikenal kerap menjalani kehidupan mewah dari keberhasilan dua bisnisnya. Saat itu Ali kurang memperhatikan agama. Namun, setelah diagnosa penyakit langka di tubuhnya, Ali pun mengubah perspektif, nilai, dan prioritasnya.
Dia pun mulai menyingkirkan barang-barang berharga seperti mobil Ferrari Spider 600.000 dolar AS atau sekitar Rp8,8 miliar, gelang berharga 60.000 dolar AS atau Rp890 juta, sepatu Louis Vuitton 13.000 dolar AS atau setara dengan Rp192 juta dan barang-barang lainnya.