Facebook Uji Coba Fitur Baru, Postingan Minta Doa
Ajeng ritzki
Senin, 09 Agustus 2021 - 22:00 WIB
Facebook Foto: Pixabay
Beberapa kali Facebook melakukan survei untuk meminta pemikiran dan pendapat pengguna. Kini media sosial raksasa itu giliran meminta doa pengguna.
Seperti dilansir USA Today, Senin (9/8/2021), Facebook meluncurkan fitur baru yakni permintaan doa, alat yang dipandang para pemuka agama sebagai jalan mudah untuk berinteraksi dengan anggota komunitas secara daring.
Fitur ini akan membuat anggotanya dapat menggunakan untuk menggalang doa dalam berbagai keperluan seperti, wawancara kerja dalam waktu dekat, saat sakit, atau keperluan lain
Setelah membuat postingan doa, pengguna lain dapat menekan tombol “Saya berdoa”, seperti halnya merespons dengan “suka”, atau reaksi lainnya, meninggalkan komentar atau mengirim pesan langsung.
Facebok sudah menguji coba fitur ini di Amerika Serikat pada Desember lalu sebagai upaya mendukung komunitas beragama, demikian menurut keterangan juru bicara Facebook.
"Selama pandemi, kita telah menyaksikan beragam komunitas agama dan keyakinan menggunakan layanan kami untuk tetap saling terhubung. Jadi kami mencoba mengeksplorasi alat baru untuk mendukung kebutuhan tersebut."
Fitur tersebut mendapat respons positif oleh sejumlah pemuka agama, salah satunya, Adeel Zeb, seorang tokoh muslim dari Claremont Colleges di California.
Seperti dilansir USA Today, Senin (9/8/2021), Facebook meluncurkan fitur baru yakni permintaan doa, alat yang dipandang para pemuka agama sebagai jalan mudah untuk berinteraksi dengan anggota komunitas secara daring.
Fitur ini akan membuat anggotanya dapat menggunakan untuk menggalang doa dalam berbagai keperluan seperti, wawancara kerja dalam waktu dekat, saat sakit, atau keperluan lain
Setelah membuat postingan doa, pengguna lain dapat menekan tombol “Saya berdoa”, seperti halnya merespons dengan “suka”, atau reaksi lainnya, meninggalkan komentar atau mengirim pesan langsung.
Facebok sudah menguji coba fitur ini di Amerika Serikat pada Desember lalu sebagai upaya mendukung komunitas beragama, demikian menurut keterangan juru bicara Facebook.
"Selama pandemi, kita telah menyaksikan beragam komunitas agama dan keyakinan menggunakan layanan kami untuk tetap saling terhubung. Jadi kami mencoba mengeksplorasi alat baru untuk mendukung kebutuhan tersebut."
Fitur tersebut mendapat respons positif oleh sejumlah pemuka agama, salah satunya, Adeel Zeb, seorang tokoh muslim dari Claremont Colleges di California.